2,6-Di-tert-butyl-4-methylpyrylium Trifluoromethanesulfonate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi bahan penting dalam penelitian kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi substitusi dan reaksi siklik, terutama dalam pembuatan senyawa dengan struktur heterosiklik yang kompleks.
Karena sifat reaktif dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, senyawa ini dipilih karena keandalannya dalam berbagai kondisi laboratorium. Struktur molekulnya yang stabil namun reaktif menjadikannya pilihan yang baik untuk sintesis senyawa dengan sifat tertentu. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik dalam hal kekhasan struktur kimia yang memungkinkan aplikasi luas di berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi farmakologis atau industri. Karena kebutuhan akan senyawa dengan struktur spesifik, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di berbagai institusi penelitian dan universitas.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa dengan struktur kompleks
- Penelitian kimia organik untuk pengembangan bahan kimia industri
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Pembuatan senyawa dengan sifat tertentu untuk aplikasi farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 59643-43-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan, serta dalam suhu ruangan yang stabil. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan menjaga kualitas senyawa untuk penggunaan dalam penelitian.
- Kodama dkk. (2021). 4,4′-Di-tert-butyl-2,2′-bipyridinium Trifluoromethanesulfonate. Molbank doi:10.3390/m1261
- VEITH dkk. (1993). ChemInform Abstract: Reaction of 1,3‐Di‐tert‐butyl‐2,2‐dimethyl‐4,4‐dichloro‐1,3,2,4λ 4‐diazasilastannetidine with Silver Trifluoromethanesulfonate. The Crystal Structure of Polymeric 1,3‐Di‐tert‐butyl‐2,4‐dimethyl‐2,4‐ ditrifluoromethanesulfonate‐1,3,2,4λ5‐diazasilastannetidine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199345262
- Krossing dkk. (2008). Dimeric Di(tert-butyl)haloalanes and a Monomeric Di(tert-butyl)phosphino-di(tert-butyl)alane. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2008-0905
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
