2,7-Diisopropylnaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun kimia, khususnya dalam kelompok bahan non-heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan produk yang lebih kompleks. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang khas, dengan dua gugus isopropil yang terikat pada naphthalene. Sifat kimianya yang stabil memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai kondisi reaksi tanpa mudah terdegradasi. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi yang memerlukan kestabilan bahan baku. Selain itu, senyawa ini tidak mudah menguap, sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan turunannya. Bahan ini juga menjadi bahan bantu dalam pengembangan produk kimia industri, seperti pelarut dan bahan baku untuk produk farmasi. Karena kehandalannya, senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan industri kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktif
- Pengembangan bahan baku untuk industri farmasi dan kimia karena kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reagen
- Penelitian dalam bidang kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia
- Pembuatan pelarut khusus yang memerlukan sifat kimia yang konsisten
- Uji kelayakan bahan kimia dalam proses sintesis untuk produk industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 40458-98-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung. Karena sifatnya yang tidak mudah menguap, penyimpanan dalam wadah plastik atau kaca yang tahan terhadap kimia adalah pilihan yang tepat. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menyimpannya bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
- Shirato dkk. (1991). Separation of 2,6-diisopropylnaphthalene from diisopropylnaphthalene isomers. Zeolites doi:10.1016/0144-2449(91)80390-l
- Tian dkk. (2007). Purification of 2,6‐Diisopropylnaphthalene by Static Melt Crystallization from a Mixture Containing Diisopropylnaphthalene Isomers. Chinese Journal of Chemistry doi:10.1002/cjoc.200790002
- (1996). Preparation of 2,6-diisopropylnaphthalene. Zeolites doi:10.1016/0144-2449(96)84844-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
