2,3-Dicyano-1,4-dihydroxy-5-nitronaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan grup fungsional seperti nitro, sianida, dan hidroksil. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang dapat diubah menjadi senyawa dengan struktur lebih kompleks melalui reaksi kimia tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan beberapa substituen yang memberikan sifat reaktif tinggi. Karena keberadaan grup nitro dan sianida, senyawa ini memiliki kecenderungan untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi redoks. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini sering dipakai dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa kompleks, pengembangan obat, atau modifikasi material kimia.
- Sintesis senyawa kompleks dalam penelitian kimia organik
- Pengembangan senyawa obat baru melalui reaksi substitusi
- Modifikasi senyawa aromatik untuk aplikasi industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa dengan grup nitro dan sianida
- Produksi bahan kimia intermediet untuk industri farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4655-62-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam ruangan kering dan sejuk sangat dianjurkan. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan.
—
