1,3-Diisopropylbenzene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori building blocks, karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional lainnya. Sebagai bahan dasar, 1,3-Diisopropylbenzene berperan dalam pembentukan senyawa aromatik yang memiliki struktur kompleks dan berbagai aplikasi industri.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil, dengan struktur aromatik yang memungkinkan reaktivitas tertentu dalam kondisi tertentu. Karena sifat non-polar dan volatilitasnya, 1,3-Diisopropylbenzene mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan heksana. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya di laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan pengembangan bahan kimia baru. Karena tersedia dalam berbagai kemasan, senyawa ini mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan yang membutuhkan bahan dasar kimia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan bahan kimia baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa organik dengan struktur tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia untuk meningkatkan efisiensi reaksi
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa aromatik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 99-62-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,3-Diisopropylbenzene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat volatil, sehingga perlu dipindahkan ke wadah yang tahan terhadap bahan kimia dan tidak menyerap uap. Dalam penggunaan, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari makanan dan minuman.
- BERG (1990). THE SEPARATION OF m-DIISOPROPYLBENZENE FROM p-DIISOPROPYLBENZENE BY AZEOTROPIC DISTILLATION. Chemical Engineering Communications doi:10.1080/00986449008940547
- S. Edake dkk. (2014). Selective Isomerization of p-Diisopropylbenzene to m-Diisopropylbenzene Over Metal Modified Hβ Zeolites. Recent Patents on Catalysis doi:10.2174/2211548x03666140204003651
- Hsiao dkk. (1995). Synthesis and properties of aromatic polyesters and brominated polyesters derived from ?,??-bis(4-hydroxyphenyl)-1,4(or 1,3)-diisopropylbenzene. Journal of Polymer Research doi:10.1007/bf01493209
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
