(2-Butoxyethoxy)acetic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku yang memiliki struktur dasar yang fleksibel. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai komponen penting yang dapat bereaksi dengan berbagai reaktan lain untuk menghasilkan produk yang diinginkan.
Karena struktur kimianya yang sederhana namun fleksibel, (2-Butoxyethoxy)acetic Acid memiliki potensi reaksi yang luas. Senyawa ini mudah bereaksi dengan berbagai reaktan seperti asam, basa, atau reaktan organik lainnya. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang ideal dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa dengan rantai hidrokarbon yang kompleks.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan pengembangan bahan kimia baru. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pembuatan senyawa farmakologis dan bahan polimer. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan bahan kimia baru
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa dengan rantai hidrokarbon
- Pengembangan bahan polimer untuk aplikasi industri dan medis
- Penelitian farmakologis dalam sintesis senyawa aktif biologis
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa dengan struktur tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 82941-26-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
(2-Butoxyethoxy)acetic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanannya sebaiknya berada di area yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas atau reaktan kimia lain yang bersifat korosif. Dalam penanganan, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
