3,7-Dihydroxy-2-naphthoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi organik karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional lainnya. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar atau building block yang memungkinkan pembentukan senyawa lebih kompleks, seperti derivat naphthalene atau senyawa dengan struktur aromatik.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan tingkat kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan molekuler dan reaktivitas yang terkendali. Selain itu, senyawa ini tidak bersifat korosif dan relatif aman dalam penggunaan yang sesuai, sehingga memudahkan proses penanganannya di laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam studi tentang sintesis senyawa organik, analisis struktur molekul, dan pengembangan bahan kimia baru. Ketersediaan produk ini juga mendukung kebutuhan penelitian lokal yang berkembang di bidang kimia dan ilmu material.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pembuatan derivat naphthalene dalam studi struktur molekul
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi organik
- Analisis kandungan senyawa dalam sampel lingkungan
- Pengembangan bahan kimia baru untuk aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 83511-07-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan. Selama penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak korosif, penanganan umumnya relatif aman, tetapi tetap perlu hati-hati dalam penggunaan.
—
