2-Amino-3,5-dimethylbenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian kimia dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam bidang peptida dan senyawa bioaktif. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks yang memiliki aktivitas biologis tertentu. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan reaksi kimia spesifik.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang khas, dengan gugus amino dan dua gugus metil yang menambah keunikan sifatnya. Struktur ini memungkinkan senyawa ini berinteraksi dengan berbagai reaktan dan katalis, sehingga sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini juga memudahkan proses isolasi dan pemurnian dalam skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian ilmu kimia, farmasi, dan bioteknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan ketersediaan yang stabil dan keandalan kualitas, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.
- Sintesis senyawa peptida untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia dalam pembuatan senyawa bioaktif
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi
- Pembuatan senyawa intermediat untuk industri farmasi
- Eksperimen kimia dalam bidang biokimia dan organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14438-32-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau menangani senyawa, gunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
—
