Dimethylmalonic Acid (DMMA) adalah senyawa organik yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, ester, dan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, kimia organik, dan material. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini sering dipilih dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon.
DMMA memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap panas dan oksidasi. Senyawa ini biasanya tersedia dalam bentuk padat kristalin dan memiliki aroma yang khas. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku utama dalam penelitian ilmiah. Dalam proses sintesis, DMMA sering digunakan sebagai komponen penting untuk memperoleh senyawa dengan struktur spesifik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas oleh peneliti kimia, farmasis, dan ilmuwan material. Bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan bahan baku kimia berkualitas tinggi. Ketersediaan senyawa ini dalam kemasan kecil seperti 5g dan 25g memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium. Dengan sifat reaktif dan kestabilan tertentu, DMMA menjadi bahan yang sangat relevan untuk berbagai aplikasi ilmiah di Indonesia.
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam sintesis obat
- Reaksi pembentukan ester untuk pengembangan bahan kimia
- Sintesis senyawa organik kompleks dalam penelitian material
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 595-46-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Dimethylmalonic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas dan paparan udara. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah penyimpanan harus kedap udara. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini sebaiknya dihindari dari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan senyawa ini dalam laboratorium.
- Zhou dkk. (2025). The Effect of Anti-Inflammatory Dimethylmalonic Acid on the Neurobehavioral Phenotype of a Neonatal ASD Model Induced by Antiepileptic Valproic Acid. Biomedicines doi:10.3390/biomedicines13071765
- Filsinger dkk. (1992). 17O NMR evidence for 180°-flips of (COOH)2units in dimethylmalonic acid. Molecular Physics doi:10.1080/00268979200101231
- Yamazaki dkk. (2013). Helical Foldamer Containing a Combination of Cyclopentane-1,2-diamine and 2,2-Dimethylmalonic Acid. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/jo401505b
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
