TCI D2612 Ethyl 2,3-Dibromobutyrate adalah ester alifatik yang membawa dua atom brom pada posisi 2 dan 3 rantai butirat. Struktur ini menghadirkan tiga gugus fungsi sekaligus dalam satu molekul kecil: gugus ester etil, satu atom brom pada posisi alfa yang bersebelahan dengan karbonil, serta satu atom brom pada posisi beta. Di laboratorium sintesis organik, kombinasi tersebut menjadikannya bahan awal yang sangat serbaguna, terutama sebagai agen alkilasi dan sebagai prekursor menuju berbagai senyawa heterosiklik maupun turunan ester tak jenuh.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah reaktivitas berbeda dari kedua atom brom tersebut. Brom pada posisi alfa diaktivasi oleh gugus karbonil sehingga lebih mudah digantikan oleh nukleofil seperti amina, tiol, atau anion nitrogen heterosiklik, sementara brom pada posisi beta membuka jalan bagi reaksi eliminasi untuk membentuk ester alfa-beta tak jenuh. Perbedaan ini memungkinkan peneliti merancang transformasi bertahap dengan selektivitas yang cukup baik. Gugus ester juga dapat dihidrolisis menjadi asam karboksilat, ditransesterifikasi, atau direduksi, sehingga senyawa ini memberi banyak pilihan arah sintesis dari satu bahan awal yang sama.
Bagi laboratorium di Indonesia, reagen ini kerap digunakan pada penelitian sintesis heterosiklik, riset senyawa antara farmasi, dan kajian metodologi reaksi di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan 5 g merupakan ukuran yang sesuai untuk pemakaian pada skala penelitian, mengingat senyawa dibromo umumnya dipakai dalam jumlah terbatas per percobaan dan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Nomor katalog TCI yang tercantum jelas turut memudahkan pemesanan ulang serta pencatatan dalam sistem inventaris bahan kimia.
- Sintesis heterosiklik seperti tiazol melalui reaksi tipe Hantzsch, karena atom brom pada posisi alfa mudah digantikan oleh nukleofil sulfur dan nitrogen.
- Pembentukan ester alfa-beta tak jenuh melalui eliminasi, sebab dua atom brom yang bersebelahan memungkinkan pelepasan bromin dengan bantuan basa yang sesuai.
- Reaksi alkilasi nukleofil, karena pusat karbon terbrominasi bersifat elektrofilik sehingga siap bereaksi dengan amina, tiol, maupun anion terstabilkan.
- Sintesis turunan asam amino dan aziridina, sebab kerangka dibromo ester merupakan prekursor klasik untuk pemasangan gugus nitrogen secara bertahap.
- Kajian metodologi reaksi substitusi dan eliminasi, karena senyawa ini menjadi substrat model yang baik untuk menguji selektivitas kondisi reaksi baru.
| Merek | TCI (kode katalog D2612) |
|---|---|
| Nomor CAS | 609-11-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | ester alifatik terbrominasi; konfirmasi penampakan dan bentuk aktual pada label serta Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan reagen ini di tempat sejuk, kering, dan gelap dengan wadah tertutup rapat, karena senyawa organobromin umumnya sebaiknya terlindung dari cahaya dan panas agar tidak terurai. Banyak laboratorium menyimpan reagen serupa pada suhu rendah; ikuti anjuran yang tercantum pada label produk. Pisahkan dari basa kuat, bahan pengoksidasi, dan logam aktif. Lakukan penimbangan serta pemindahan di dalam lemari asam menggunakan alat gelas kering, sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata serta penghirupan uap karena senyawa alkil bromida dapat bersifat mengiritasi. Kumpulkan limbah terhalogenasi secara terpisah dan baca Safety Data Sheet sebelum penggunaan.
—
