Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2646-90-4

2,5-Difluorobenzaldehyde TCI D2637

2,5-Difluorobenzaldehyde TCI D2637
Harga reguler Rp 1.034.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.034.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2637 2,5-Difluorobenzaldehyde dengan nomor CAS 2646-90-4 adalah aldehida aromatik yang cincin benzenanya membawa dua atom fluor pada posisi 2 dan 5. Senyawa ini termasuk kelompok fluorinated building blocks, yaitu bahan awal yang secara khusus disiapkan untuk memasukkan atom fluor ke dalam kerangka molekul target. Di laboratorium sintesis, gugus aldehida menjadi titik masuk reaksi yang sangat serbaguna, mulai dari kondensasi dengan amina membentuk imina, reaksi adisi nukleofilik, reduksi menjadi alkohol benzilik, hingga oksidasi menjadi asam karboksilat, sehingga satu bahan awal ini dapat mengantar peneliti ke berbagai kelas senyawa turunan sekaligus.

Sifat yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah pengaruh elektronik kuat dari dua atom fluor yang menarik rapatan elektron dari cincin aromatik. Efek tersebut meningkatkan keelektrofilan karbon karbonil sehingga reaksi adisi berlangsung lebih lancar, sekaligus mengaktifkan cincin terhadap substitusi nukleofilik aromatik pada posisi yang tepat. Kehadiran fluor juga dikenal memberi nilai tambah pada molekul akhir, karena kerap memperbaiki kestabilan metabolik, kelarutan, dan kekuatan ikatan pada target biologis. Pola substitusi 2,5 memberikan geometri yang khas dan tidak dapat digantikan begitu saja oleh isomer lain, sehingga bahan ini penting bagi peneliti yang membutuhkan orientasi substituen tertentu.

Di Indonesia, bahan ini banyak diminati laboratorium kimia medisinal, kelompok riset penemuan obat di universitas, serta unit penelitian agrokimia dan material yang mengembangkan senyawa berfluor. Ketersediaan dua pilihan kemasan memudahkan penyesuaian antara tahap penapisan awal yang hanya memerlukan jumlah kecil dan tahap optimasi rute yang menuntut bahan lebih banyak, sehingga pengelolaan persediaan bahan kimia di laboratorium menjadi lebih efisien dan tidak menyisakan bahan menganggur.

  • Sintesis kimia medisinal: menjadi bahan awal fragmen berfluor yang sering dipakai untuk memperbaiki kestabilan metabolik dan afinitas senyawa kandidat obat terhadap targetnya.
  • Pembentukan basa Schiff dan ligan: bereaksi dengan amina primer menghasilkan imina yang dipakai sebagai ligan atau sebagai zat antara pada sintesis heterosiklik bertahap.
  • Substitusi nukleofilik aromatik: atom fluor pada cincin yang terdeaktivasi dapat digantikan nukleofil sehingga terbentuk eter, tioeter, atau amina aromatik secara terarah.
  • Reaksi kondensasi karbonil: dipakai pada reaksi Knoevenagel, Wittig, dan aldol untuk memperpanjang rantai serta membangun kerangka olefin terkonjugasi berfluor.
  • Sintesis heterosiklik: menjadi komponen aldehida pada reaksi multikomponen yang membangun cincin imidazol, kuinolin, atau benzimidazol tersubstitusi fluor.

Merek TCI (kode produk D2637)
Nomor CAS 2646-90-4
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik bahan aldehida aromatik yang dikemas berdasarkan bobot; rujuk lembar data produsen untuk wujud pada suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat, di tempat sejuk dan terlindung cahaya

Simpan pada wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta jauh dari bahan pengoksidasi, basa kuat, dan sumber panas. Aldehida aromatik pada umumnya rentan teroksidasi perlahan oleh udara, sehingga penutupan wadah yang segera setelah pemakaian dan penggunaan gas inert saat pengambilan sangat dianjurkan untuk menjaga mutu bahan. Uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, karena itu seluruh penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Bersihkan tumpahan dengan bahan penyerap inert dan buang sebagai limbah kimia organik.

  • Itoh (2009). Emission spectra of 3,4- and 3,5-difluorobenzaldehyde vapors: Conformer-specific phosphorescence from the 3,4-derivative. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2009.08.030
  • Itoh (2009). Spectroscopy and dynamics of the excited singlet and triplet states of 2,3-, 2,4- and 2,5-difluorobenzaldehyde vapors. Journal of Molecular Spectroscopy doi:10.1016/j.jms.2009.08.005
  • Bhattacharya dkk. (2013). Microwave spectral studies of 2,4-difluorobenzaldehyde: O-trans conformer. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2013.02.009

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.