TCI

CAS 126828-35-1

4-[(2,4-Dimethoxyphenyl)[(9H-fluoren-9-ylmethoxy)carbonylamino]methyl]phenoxyacetic Acid TCI D2672

4-[(2,4-Dimethoxyphenyl)[(9H-fluoren-9-ylmethoxy)carbonylamino]methyl]phenoxyacetic Acid TCI D2672
Harga reguler Rp 2.362.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.362.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2672 adalah linker terlindung Fmoc yang lebih dikenal di kalangan kimiawan peptida sebagai linker tipe Rink amide. Senyawa ini berfungsi sebagai penghubung antara resin padat dan rantai peptida yang sedang dibangun pada sintesis peptida fase padat (solid-phase peptide synthesis, SPPS). Struktur intinya menggabungkan gugus fenoksiasetat sebagai titik pengikatan ke resin amino, kerangka dimetoksifenil-metil sebagai jangkar yang labil terhadap asam, serta gugus amino yang telah dilindungi Fmoc sehingga siap masuk ke siklus deproteksi dan kopling yang lazim dipakai pada strategi Fmoc/tBu.

Karakteristik utama yang membuat linker ini dipilih adalah kemampuannya menghasilkan peptida dengan ujung C-terminal berupa amida setelah pemotongan dari resin, sesuatu yang sulit dicapai dengan linker asam biasa. Cincin aromatik yang kaya gugus metoksi menstabilkan kation benzilik sehingga pemotongan dapat berlangsung pada kondisi asam dengan TFA, tanpa perlu reagen keras. Gugus asam karboksilat pada rantai fenoksiasetat memudahkan pemasangannya ke resin amino menggunakan reagen kopling standar, sedangkan perlindungan Fmoc memberi ortogonalitas yang rapi terhadap perlindungan rantai samping berbasis asam.

Di laboratorium Indonesia, linker ini banyak dibutuhkan oleh kelompok riset kimia peptida, bioteknologi, dan pengembangan kandidat obat yang menyusun sendiri resin fungsionalnya, baik untuk penelitian peptida antimikroba, peptida penanda, maupun latihan sintesis pada laboratorium pascasarjana. Kemasan 5 g memberi keleluasaan untuk memfungsionalisasi beberapa batch resin sekaligus, sehingga cocok bagi laboratorium yang menjalankan sintesis rutin maupun proyek jangka menengah.

  • Fungsionalisasi resin aminometil atau MBHA, karena gugus asam karboksilatnya dapat dikopling langsung ke resin amino memakai reagen aktivasi karbodiimida atau uronium standar.
  • Sintesis peptida dengan ujung C-terminal amida, sebab jangkar labil asam ini melepaskan produk sebagai amida primer ketika resin dipotong dengan TFA.
  • Sintesis peptida fase padat strategi Fmoc/tBu, karena gugus Fmoc-nya kompatibel dengan siklus deproteksi piperidin dan kopling asam amino secara berulang.
  • Pembuatan pustaka peptida analog untuk skrining aktivitas, mengingat linker ini menghasilkan platform resin seragam yang dapat dipakai pada banyak sekuens berbeda.
  • Penelitian peptidomimetik dan konjugat peptida, karena ujung amida yang dihasilkan menyerupai ikatan peptida internal sehingga meningkatkan kestabilan dan kemiripan biologis produk akhir.

Merek TCI (kode produk D2672)
Nomor CAS 126828-35-1
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan/serbuk
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat; ikuti anjuran suhu penyimpanan pada label dan SDS lot

Simpan reagen ini dalam wadah tertutup rapat pada tempat sejuk dan kering, jauh dari asam kuat, basa kuat, serta uap amina yang dapat memicu pelepasan gugus Fmoc secara dini. Karena kelembapan dapat mengganggu kinerja kopling, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada padatan, lalu tutup kembali segera setelah penimbangan. Gunakan spatula kering dan bekerja di dalam lemari asam saat menangani serbuk. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata; hindari kontak kulit serta penghirupan debu, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.