TCI D2677 4-(Dimethylamino)butanoic Acid Hydrochloride adalah asam amino tersier rantai pendek dalam bentuk garam hidroklorida, yang dikelompokkan pada bidang kimia peptida dan kimia biologi. Molekulnya memuat gugus asam karboksilat pada satu ujung dan gugus dimetilamino pada ujung lain, dipisahkan rantai butil yang fleksibel. Kombinasi ini menjadikannya reagen serbaguna untuk memasukkan gugus amina tersier yang dapat terionisasi ke dalam molekul target, baik melalui pembentukan amida, esterifikasi, maupun konjugasi pada bahan pembawa.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah karakter garam hidrokloridanya, yang membuat senyawa berbentuk padatan stabil, mudah ditimbang, dan tidak mudah menguap seperti amina bebas yang berbau tajam. Gugus dimetilamino bersifat basa lemah sehingga muatannya bergantung pH, sebuah sifat yang sangat dimanfaatkan pada desain molekul yang harus berubah perilaku antara lingkungan netral dan lingkungan asam. Rantai empat karbon memberi jarak yang cukup antara pusat basa dan gugus karboksil, sehingga reaksi kopling amida dapat berjalan tanpa gangguan berarti dari gugus amina di dekatnya.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini banyak dipakai pada penelitian kimia medisinal, sintesis linker, dan pengembangan sistem penghantaran bahan aktif di universitas maupun lembaga riset. Kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian kebutuhan, mulai dari percobaan optimasi kopling berskala miligram hingga penyiapan intermediet dalam jumlah lebih besar untuk beberapa tahap sintesis berurutan.
- Reaksi kopling amida pada kimia medisinal, karena gugus asam karboksilatnya mudah diaktifkan sehingga gugus amina tersier dapat dipasang pada molekul target.
- Sintesis linker dan spacer untuk konjugat, sebab molekul ini menyediakan dua ujung fungsi berbeda yang menghubungkan dua fragmen dengan jarak terkendali.
- Modifikasi kelarutan dan sifat asam-basa senyawa uji, mengingat gugus dimetilamino menambah pusat basa yang membantu pembentukan garam dan meningkatkan kelarutan dalam air.
- Penelitian lipid terionisasi dan bahan penghantar, karena rantai amina tersier semacam ini sering menjadi motif kunci pada material yang responsif terhadap perubahan pH.
- Sintesis bahan antara heterosiklik dan senyawa bioaktif, sebab gugus amina tersier dapat berperan sebagai nukleofil maupun basa internal dalam tahapan siklisasi lanjutan.
| Merek | TCI (kode produk D2677) |
|---|---|
| Nomor CAS | 69954-66-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk (garam hidroklorida) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, hindari kelembapan |
Sebagai garam hidroklorida, senyawa ini sebaiknya disimpan pada tempat sejuk dan kering di dalam wadah tertutup rapat, karena padatan semacam ini cenderung menyerap uap air dari udara lembap. Penyimpanan dalam desikator atau penambahan pengering pada lemari bahan sangat membantu di iklim tropis. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka untuk mencegah pengembunan, dan gunakan spatula bersih serta kering saat menimbang. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata; hindari kontak dengan kulit, mata, serta penghirupan debu. Jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
- VORONKOV dkk. (1993). ChemInform Abstract: 4‐(N,N‐Dimethylamino)butanoic Acid Triorganylsilylmethyl Esters.. ChemInform doi:10.1002/chin.199329185
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
