Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 65283-60-5

(R)-(-)-6,6'-Dibromo-1,1'-bi-2-naphthol TCI D2729

(R)-(-)-6,6'-Dibromo-1,1'-bi-2-naphthol TCI D2729
Harga reguler Rp 4.959.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.959.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(R)-(-)-6,6'-Dibromo-1,1'-bi-2-naphthol dari TCI merupakan turunan BINOL enantiomurni yang menjadi salah satu tulang punggung kimia sintesis asimetris modern. Kerangka 1,1'-binaftil-2,2'-diol pada senyawa ini memiliki kiralitas aksial, artinya sifat kiralnya berasal dari rotasi terbatas antara dua cincin naftalena, bukan dari atom karbon stereogenik. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai prekursor ligan dan katalis kiral: gugus diol dapat diubah menjadi fosfat, fosforamidit, boronat, atau titanium alkoksida, sementara dua atom bromin pada posisi 6 dan 6' menyediakan titik masuk untuk modifikasi lanjutan.

Alasan utama peneliti memilih varian 6,6'-dibromo ini adalah kombinasi antara kerangka kiral yang sudah terbukti andal dan fleksibilitas sintetik yang diberikan substituen halogen. Atom bromin bersifat penarik elektron sehingga menurunkan kerapatan elektron pada kerangka aromatik dan meningkatkan keasaman turunan asam fosfat yang dibuat darinya; efek ini sering diterjemahkan menjadi aktivitas katalitik dan selektivitas enansio yang berbeda dibanding BINOL tanpa substituen. Selain itu, ikatan C–Br siap dipakai pada reaksi kopling silang seperti Suzuki, Sonogashira, Buchwald–Hartwig, maupun litiasi–elektrofilisasi, sehingga satu bahan awal dapat dikembangkan menjadi banyak turunan ligan.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umumnya dipakai pada riset pascasarjana dan pusat penelitian yang menggeluti katalisis asimetris, kimia medisinal, serta pengembangan material berbasis kerangka binaftil. Kemasan 1 g cukup untuk beberapa siklus optimasi skala milimol, sesuai dengan pola kerja laboratorium akademik yang menjalankan reaksi skrining berulang. Karena harganya relatif tinggi per satuan massa, banyak kelompok riset memperlakukannya sebagai bahan inti yang penimbangannya dicatat dan dikendalikan secara ketat.

  • Sintesis ligan kiral turunan BINOL: gugus diol dapat difungsionalisasi menjadi fosforamidit atau fosfit yang dipakai pada hidrogenasi dan adisi asimetris berbasis logam transisi.
  • Pembuatan katalis asam fosfat kiral: substituen bromin penarik elektron meningkatkan keasaman Brønsted turunan fosfat sehingga cocok untuk katalisis organokatalitik aktivasi imina dan karbonil.
  • Reaksi kopling silang lanjutan: dua ikatan C–Br pada posisi 6,6' menjadi titik masuk Suzuki, Sonogashira, maupun aminasi Buchwald–Hartwig untuk membangun ligan generasi berikutnya.
  • Kompleksasi dengan titanium atau aluminium: diol kiral membentuk kompleks Lewis asam yang dipakai pada reaksi aldol, alilasi, dan sikloadisi Diels–Alder enansioselektif.
  • Pengembangan material dan polimer kiral: kerangka binaftil kaku dengan dua titik halogen memudahkan pembuatan polimer terkonjugasi, MOF, atau COF kiral untuk pemisahan dan penginderaan.

Merek TCI (kode produk D2729)
Nomor CAS 65283-60-5
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan/kristal
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label serta CoA lot

Simpan wadah asli dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung; ikuti anjuran suhu yang tertera pada label atau CoA lot bersangkutan. Gunakan botol kaca berwarna gelap atau botol asli bila perlu memindahkan sebagian bahan, dan hindari kontak dengan basa kuat maupun oksidator. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata karena serbuk halus mudah terhirup. Tutup kembali segera setelah pengambilan untuk mencegah penyerapan uap air, dan catat setiap pembukaan wadah agar mutu enantiomerik tetap terpantau.