(R)-3,3'-Dibromo-1,1'-bi-2-naphthol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam reaksi asimetris untuk menghasilkan produk dengan struktur yang spesifik dan aktivitas biologis tertentu. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis molekul kompleks yang memerlukan kontrol stereokimia yang ketat. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reagen atau ligand yang membantu dalam proses katalisis asimetris, memungkinkan pembentukan senyawa dengan kesetaraan enantiomer yang lebih baik.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik yang kompleks dan memiliki dua atom brom yang terikat pada posisi 3 dan 3’ pada molekul bi-2-naphthol. Struktur tersebut memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, serta kemampuan untuk berinteraksi dengan katalis chiral dalam reaksi asimetris. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang memerlukan presisi tinggi dalam sintesis organik.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian bidang kimia organik, farmasi, dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri.
- Sintesis senyawa asimetris untuk pengembangan obat baru
- Pengujian aktivitas biologis senyawa dengan struktur kompleks
- Pemrosesan reaksi katalitik dalam laboratorium kimia organik
- Penelitian tentang stereokimia dan reaktivitas molekul
- Pengembangan reagen untuk aplikasi dalam bidang farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 111795-43-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca yang tertutup rapat. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimia yang reaktif, bahan ini perlu ditangani dengan hati-hati, terutama dalam proses pencampuran atau reaksi kimia.
—
