2’-(Dibenzylamino)-6’-(diethylamino)fluoran adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai pewarna dalam berbagai eksperimen laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori pewarna (stains and dyes) yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu untuk mengidentifikasi atau memvisualisasi struktur molekuler tertentu.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai indikator dalam reaksi kimia tertentu. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini mampu menyerap cahaya dan memantulkannya dengan warna tertentu, sehingga memudahkan pengamatan visual. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai bidang ilmu seperti kimia organik, biokimia, dan analisis material. Karena keberadaannya yang relatif langka, senyawa ini sering dicari untuk keperluan penelitian yang membutuhkan pewarna khusus.
- Digunakan dalam analisis struktur molekuler untuk memperjelas gambaran visual reaksi kimia.
- Cocok untuk penelitian biokimia dalam mengidentifikasi senyawa aktif dalam sampel biologis.
- Bermanfaat dalam pengujian kualitatif untuk menentukan keberadaan senyawa tertentu dalam larutan.
- Dapat digunakan dalam proses pemisahan komponen kimia melalui teknik spektroskopi.
- Memperkaya eksperimen kimia organik dalam mengamati reaksi dan perubahan warna.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 34372-72-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Stains and Dyes (Other) (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan terlindung dari kelembapan sangat dianjurkan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mengurangi risiko kontaminasi.
—
