Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 71939-50-9

Dihydroartemisinin TCI D3793

Dihydroartemisinin TCI D3793
Harga reguler Rp 2.518.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.518.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3793 Dihydroartemisinin adalah senyawa seskuiterpen lakton yang merupakan turunan tereduksi dari artemisinin, senyawa alami yang diisolasi dari tumbuhan Artemisia annua. Ciri struktural terpentingnya adalah jembatan endoperoksida di dalam kerangka siklik, yakni gugus yang dipercaya menjadi kunci aktivitas antimalarianya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku riset biokimia dan farmakologi, standar pembanding pada pengujian analitik, serta senyawa antara penting dalam sintesis turunan artemisinin lain yang dikembangkan sebagai kandidat terapi.

Sifat yang membuat senyawa ini banyak digunakan adalah reaktivitas khas jembatan peroksida yang dapat menghasilkan spesies radikal ketika berinteraksi dengan besi hemat pada parasit malaria, suatu mekanisme yang menjadi fokus banyak penelitian. Selain itu, gugus hidroksil hemiasetal pada posisi laktol memberikan titik modifikasi kimia yang mudah dijangkau, sehingga senyawa ini dapat diubah menjadi ester, eter, maupun konjugat dengan molekul pembawa untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas. Di sisi lain, kehadiran peroksida membuat senyawa ini relatif peka terhadap panas, cahaya, kondisi asam kuat, dan logam transisi, sehingga penanganannya menuntut kehati-hatian agar integritas struktur tetap terjaga selama percobaan.

Bagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini memiliki relevansi khusus karena malaria masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah timur Tanah Air. Peneliti di bidang farmasi, kimia bahan alam, biologi molekuler, dan parasitologi kerap membutuhkannya untuk uji aktivitas in vitro, pengembangan metode analisis, maupun kajian resistensi parasit. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk penelitian skala laboratorium yang umumnya bekerja pada jumlah kecil.

  • Uji aktivitas antimalaria in vitro: digunakan sebagai senyawa uji maupun pembanding pada kultur parasit untuk mengukur potensi hambatan pertumbuhan secara kuantitatif.
  • Standar pembanding analitik: berperan sebagai baku pembanding pada pengembangan dan validasi metode kromatografi untuk menetapkan kadar turunan artemisinin.
  • Sintesis turunan artemisinin: gugus hidroksil laktolnya menjadi titik modifikasi untuk membuat ester dan eter baru dalam penelitian hubungan struktur-aktivitas.
  • Penelitian mekanisme kerja endoperoksida: dipakai untuk mempelajari pembentukan radikal dan interaksinya dengan besi dalam sistem model biokimia terkendali.
  • Riset aktivitas biologis lain: banyak digunakan pada studi eksploratif terhadap sel dan mikroorganisme untuk menilai potensi farmakologis di luar indikasi antimalaria.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3793
Nomor CAS 71939-50-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; pemerian rinci mengacu pada lembar data pemasok
Penyimpanan simpan pada suhu dingin sesuai anjuran pemasok, terlindung dari cahaya

Karena mengandung jembatan endoperoksida yang peka, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya, pada kondisi dingin sesuai anjuran pemasok, serta jauh dari panas, percikan api, dan bahan pereduksi maupun logam transisi. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil bila akan disimpan lama. Sebelum penimbangan, biarkan wadah mencapai suhu ruang agar tidak terjadi pengembunan air pada padatan. Larutan induk sebaiknya dibuat segar atau dibagi menjadi porsi kecil untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari menghirup debu halus saat penanganan.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.