TCI
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Deskripsi
TCI D3793 Dihydroartemisinin adalah senyawa seskuiterpen lakton yang merupakan turunan tereduksi dari artemisinin, senyawa alami yang diisolasi dari tumbuhan Artemisia annua. Ciri struktural terpentingnya adalah jembatan endoperoksida di dalam kerangka siklik, yakni gugus yang dipercaya menjadi kunci aktivitas antimalarianya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku riset biokimia dan farmakologi, standar pembanding pada pengujian analitik, serta senyawa antara penting dalam sintesis turunan artemisinin lain yang dikembangkan sebagai kandidat terapi.
Sifat yang membuat senyawa ini banyak digunakan adalah reaktivitas khas jembatan peroksida yang dapat menghasilkan spesies radikal ketika berinteraksi dengan besi hemat pada parasit malaria, suatu mekanisme yang menjadi fokus banyak penelitian. Selain itu, gugus hidroksil hemiasetal pada posisi laktol memberikan titik modifikasi kimia yang mudah dijangkau, sehingga senyawa ini dapat diubah menjadi ester, eter, maupun konjugat dengan molekul pembawa untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas. Di sisi lain, kehadiran peroksida membuat senyawa ini relatif peka terhadap panas, cahaya, kondisi asam kuat, dan logam transisi, sehingga penanganannya menuntut kehati-hatian agar integritas struktur tetap terjaga selama percobaan.
Bagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini memiliki relevansi khusus karena malaria masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah timur Tanah Air. Peneliti di bidang farmasi, kimia bahan alam, biologi molekuler, dan parasitologi kerap membutuhkannya untuk uji aktivitas in vitro, pengembangan metode analisis, maupun kajian resistensi parasit. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk penelitian skala laboratorium yang umumnya bekerja pada jumlah kecil.
Aplikasi Laboratorium
- Uji aktivitas antimalaria in vitro: digunakan sebagai senyawa uji maupun pembanding pada kultur parasit untuk mengukur potensi hambatan pertumbuhan secara kuantitatif.
- Standar pembanding analitik: berperan sebagai baku pembanding pada pengembangan dan validasi metode kromatografi untuk menetapkan kadar turunan artemisinin.
- Sintesis turunan artemisinin: gugus hidroksil laktolnya menjadi titik modifikasi untuk membuat ester dan eter baru dalam penelitian hubungan struktur-aktivitas.
- Penelitian mekanisme kerja endoperoksida: dipakai untuk mempelajari pembentukan radikal dan interaksinya dengan besi dalam sistem model biokimia terkendali.
- Riset aktivitas biologis lain: banyak digunakan pada studi eksploratif terhadap sel dan mikroorganisme untuk menilai potensi farmakologis di luar indikasi antimalaria.
Spesifikasi
- Merek: TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3793
- Nomor CAS: 71939-50-9
- Kategori: Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
- Varian kemasan: 1 g dan 5 g
- Bentuk fisik: padatan pada suhu ruang; pemerian rinci mengacu pada lembar data pemasok
- Catatan penyimpanan: simpan pada suhu dingin sesuai anjuran pemasok, terlindung dari cahaya
Penanganan dan Penyimpanan
Karena mengandung jembatan endoperoksida yang peka, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya, pada kondisi dingin sesuai anjuran pemasok, serta jauh dari panas, percikan api, dan bahan pereduksi maupun logam transisi. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil bila akan disimpan lama. Sebelum penimbangan, biarkan wadah mencapai suhu ruang agar tidak terjadi pengembunan air pada padatan. Larutan induk sebaiknya dibuat segar atau dibagi menjadi porsi kecil untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari menghirup debu halus saat penanganan.
English
TCI D3793, dihydroartemisinin, is a sesquiterpene lactone derived by reduction of artemisinin from Artemisia annua, and is defined structurally by its characteristic endoperoxide bridge. That peroxide moiety underlies the well-studied antimalarial activity of the artemisinin family, generating reactive species in the presence of iron, while the hemiacetal hydroxyl group provides a convenient site for chemical modification into esters, ethers, and conjugates. Laboratories use the compound as a test and reference substance in in vitro antimalarial assays, as an analytical reference standard for chromatographic method development, as a synthetic intermediate for new artemisinin derivatives in structure–activity studies, and in mechanistic work on endoperoxide chemistry. The material is sensitive to heat, light, strong acid, and transition metals, so it should be stored cold in a tightly sealed, light-protected container and handled with standard laboratory protective equipment. Available in 1 g and 5 g packs.
Referensi Ilmiah
- Lin dkk. (1994). Antimalarial Activity of Dihydroartemisinin Derivatives by Transdermal Application. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene doi:10.4269/ajtmh.1994.50.777
- Wang dkk. (2015). Mechanisms of Dihydroartemisinin and Dihydroartemisinin/Holotransferrin Cytotoxicity in T-Cell Lymphoma Cells. PLOS ONE doi:10.1371/journal.pone.0137331
- (2024). Dihydroartemisinin/piperaquine. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-024-58706-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Dokumen Keamanan & Mutu
Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.
Contoh CoA segera tersedia.Bagikan

Produk Terkait
-
4-Bromotetrahydro-2H-pyran TCI B5600
Harga reguler Dari Rp 1.181.250,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.181.250,00 -
3,3-Bis(bromomethyl)oxetane TCI B5641
Harga reguler Dari Rp 1.151.850,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.151.850,00 -
1,3:2,4-Bis-O-(3,4-dimethylbenzylidene)-D-sorbitol TCI B5693
Harga reguler Dari Rp 768.600,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 768.600,00 -
1-Bromodibenzofuran TCI B5766
Harga reguler Dari Rp 1.535.100,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.535.100,00 -
2-Bromo-9,9-dimethyl-9H-xanthene TCI B5794
Harga reguler Rp 2.686.950,00Harga regulerHarga obral Rp 2.686.950,00 -
2-Bromobenzo[b]naphtho[2,3-d]furan TCI B5805
Harga reguler Dari Rp 2.509.500,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 2.509.500,00 -
2,8-Bis(diphenylphosphoryl)dibenzo[b,d]furan TCI B5822
Harga reguler Dari Rp 2.569.350,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 2.569.350,00 -
2-Bromospiro[9H-fluorene-9,9'-[9H]xanthene] TCI B5842
Harga reguler Rp 1.388.100,00Harga regulerHarga obral Rp 1.388.100,00Habis