Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 163169-10-6

(S)-1-(Diphenylphosphino)-2-[(S)-4-isopropyloxazolin-2-yl]ferrocene TCI D3822

(S)-1-(Diphenylphosphino)-2-[(S)-4-isopropyloxazolin-2-yl]ferrocene TCI D3822
Harga reguler Rp 4.222.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.222.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3822 dengan nomor CAS 163169-10-6 adalah (S)-1-(Diphenylphosphino)-2-[(S)-4-isopropyloxazolin-2-yl]ferrocene, sebuah ligan kiral bidentat bertipe fosfina–oksazolin yang dibangun di atas kerangka ferosena. Senyawa ini menggabungkan tiga unsur perancangan sekaligus: atom fosfor sebagai penyumbang lunak, atom nitrogen oksazolin sebagai penyumbang keras, dan kerangka ferosena yang kaku sebagai penopang. Di laboratorium, senyawa ini digunakan bersama prekursor logam transisi untuk membentuk katalis kiral yang mengendalikan arah serangan reaksi sehingga produk terbentuk dengan preferensi enansiomer tertentu.

Keunggulan struktural ligan ini terletak pada sifat elektronik dua donor yang berbeda, yang sering disebut ketaksimetrisan elektronik. Perbedaan sifat donor antara fosfor dan nitrogen menciptakan pengaruh trans yang tidak seragam di sekitar pusat logam, dan hal ini memperkuat pembedaan antara dua jalur reaksi yang berkompetisi. Kerangka ferosena menambahkan kekakuan geometris sekaligus elemen kiralitas ruang, sementara gugus isopropil pada posisi empat cincin oksazolin memberikan halangan sterik terarah yang menjadi penentu utama enansioselektivitas. Kombinasi ini menjadikannya ligan yang tangguh untuk berbagai transformasi asimetris yang dikatalisis logam.

Di Indonesia, ligan kiral berkinerja tinggi seperti ini digunakan oleh kelompok riset sintesis asimetris di perguruan tinggi dan laboratorium riset farmasi yang menyiapkan senyawa antara enansiomurni. Karena regulasi obat menuntut pengendalian kemurnian enansiomer, kemampuan mengarahkan stereokimia sejak tahap sintesis menjadi sangat bernilai. Kemasan 200 mg dan 1 g sesuai dengan pola pemakaian ligan yang bersifat katalitik, sehingga satu botol dapat menunjang banyak percobaan optimasi.

  • Alkilasi alilik asimetris: ligan fosfina–oksazolin ini dipakai bersama paladium untuk mengendalikan stereokimia serangan nukleofil pada zat antara alil.
  • Hidrogenasi asimetris: kombinasi donor fosfor dan nitrogen membentuk katalis logam yang mereduksi ikatan rangkap dengan pengendalian konfigurasi produk.
  • Reaksi adisi terkatalisis tembaga: ligan ini dimanfaatkan pada adisi konjugat asimetris untuk membentuk pusat stereogenik karbon baru secara terarah.
  • Penyiapan kompleks logam kiral terdefinisi: senyawa ini direaksikan dengan prekursor logam untuk membuat katalis yang dikarakterisasi secara spektroskopi dan kristalografi.
  • Pengembangan metodologi sintesis enansioselektif: struktur modularnya menjadikannya pembanding baku ketika peneliti mengevaluasi ligan baru dalam program optimasi.

Merek TCI
Nomor CAS 163169-10-6
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents
Ukuran kemasan
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, sebaiknya di bawah gas inert sesuai anjuran pada label
  • Kode produk: D3822

Ligan fosfina bersifat peka terhadap oksigen dan dapat teroksidasi perlahan menjadi fosfina oksida yang tidak lagi aktif sebagai donor, sehingga penyimpanan sebaiknya dilakukan dalam wadah tertutup rapat di bawah gas inert seperti nitrogen atau argon, di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya. Penimbangan dan pemindahan idealnya dikerjakan di dalam kotak sarung tangan atau menggunakan teknik Schlenk dengan pelarut yang telah dikeringkan dan dibebaskan gas. Gunakan spatula bersih dan kering serta tutup botol segera setelah pemakaian. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan pelindung mata, lalu kumpulkan limbah pada wadah organik berlabel.