Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 854929-38-7

1,3-Di-tert-butyl-1,3,2-diazaphospholidine 2-Oxide TCI D3846

1,3-Di-tert-butyl-1,3,2-diazaphospholidine 2-Oxide TCI D3846
Harga reguler Rp 2.804.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.804.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,3-Di-tert-butyl-1,3,2-diazaphospholidine 2-Oxide dari TCI dengan nomor CAS 854929-38-7 adalah senyawa fosfor siklik beranggota lima yang mengandung dua atom nitrogen terikat gugus tert-butil dan satu atom fosfor dalam keadaan teroksidasi. Senyawa ini termasuk golongan fosfonamida siklik dan tergolong dalam kategori senyawa fosfor untuk katalisis serta kimia anorganik. Perannya di laboratorium adalah sebagai reagen dan prekursor fosfor yang menyediakan kerangka P–N siap pakai, sehingga peneliti dapat membangun senyawa organofosfor, ligan, maupun katalis tanpa harus menyusun cincin diazafosfolidina dari bahan dasar.

Sifat yang menjadikannya menarik adalah kerangka cincin yang kaku dengan dua gugus tert-butil besar pada atom nitrogen. Halangan sterik ini memberi kestabilan struktural pada pusat fosfor dan sekaligus mengendalikan pendekatan reaktan, yang penting ketika senyawa dipakai membentuk lingkungan koordinasi terarah. Ikatan fosfor–nitrogen di dalam cincin memberikan sifat elektronik yang berbeda dari fosfina alkil biasa, sehingga senyawa golongan ini sering dieksplorasi untuk reaksi yang menuntut keseimbangan khusus antara kebasaan dan kestabilan. Keadaan teroksidasi pada fosfor juga membuat penanganannya relatif lebih mudah dibanding fosfina bebas.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini terutama dipakai kelompok riset kimia anorganik, katalisis homogen, dan sintesis organofosfor di universitas serta lembaga penelitian. Pemakaiannya umumnya pada skala penelitian eksploratif untuk pembuatan ligan baru atau kajian mekanisme reaksi fosfor. Kemasan 1 g sesuai untuk percobaan awal, sedangkan 5 g mendukung rangkaian sintesis lanjutan dan pengulangan yang lebih intensif.

  • Prekursor sintesis ligan organofosfor: kerangka cincin P–N-nya dapat dimodifikasi menjadi ligan untuk kompleks logam transisi pada penelitian katalisis homogen.
  • Reagen kimia fosfor: senyawa ini menyediakan pusat fosfor terdefinisi untuk membangun ikatan fosfor–karbon maupun fosfor–heteroatom pada rute sintesis terarah.
  • Kajian senyawa berpusat fosfor stereogenik: halangan sterik gugus tert-butil membantu mengendalikan lingkungan sekitar fosfor pada pembentukan senyawa fosfor terkendali konfigurasinya.
  • Pengembangan katalis dan aditif: turunan fosfonamida siklik diteliti sebagai komponen sistem katalitik karena sifat elektroniknya berbeda dari fosfina alkil konvensional.
  • Riset mekanisme reaksi anorganik: struktur cincin yang jelas memudahkan penafsiran data spektroskopi fosfor-31 pada studi transformasi dan koordinasi senyawa fosfor.

Merek TCI
Nomor CAS 854929-38-7
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Phosphorous Compounds [Catalysis and Inorganic Chemistry]
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik mengacu pada keterangan label kemasan dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan; penyimpanan di bawah gas inert dianjurkan sesuai label dan SDS resmi

Senyawa dengan ikatan fosfor–nitrogen umumnya peka terhadap kelembapan, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk, kering, serta jauh dari sumber air maupun uap asam. Penyimpanan dalam desikator atau di bawah gas inert setelah pengambilan membantu mempertahankan mutu bahan. Gunakan alat gelas kering serta teknik penanganan bebas udara bila reaksi menuntut kondisi anhidrat. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, kerjakan di lemari asam saat memindahkan bahan, dan rujuk SDS resmi sebelum digunakan.

  • Krossing dkk. (2008). Dimeric Di(tert-butyl)haloalanes and a Monomeric Di(tert-butyl)phosphino-di(tert-butyl)alane. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2008-0905
  • Zeng dkk. (2007). The Tranformation of 2,6‐Di‐tert‐butyl‐4‐(alkylamino)methylphenols to N,N‐Bis(3,5‐di‐tert‐butyl‐4‐hydroxybenzyl)‐N‐alkylamines.. ChemInform doi:10.1002/chin.200721057
  • FEDULINA dkk. (1997). ChemInform Abstract: Reactivity of 3,5‐Di‐tert‐butyl‐4‐hydroxybenzaldehyde, 3,5‐Di‐tert‐ butyl‐4‐hydroxybenzylalcohol and 3,5‐Di‐tert‐butyl‐4‐hydroxybenzyl Methyl Ether in the Oxidation with Oxygen in Alkaline Solutions.. ChemInform doi:10.1002/chin.199709057

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.