TCI D3896 2,5-Dibromo-3-hexylthiophene adalah monomer tiofena tersubstitusi yang membawa rantai heksil pada posisi 3 serta dua atom brom pada posisi 2 dan 5. Senyawa ini merupakan bahan awal klasik untuk pembuatan poli(3-heksiltiofena) atau P3HT, salah satu polimer semikonduktor paling banyak diteliti dalam bidang elektronik organik. Di laboratorium material, monomer ini diaktifkan melalui pertukaran halogen–logam lalu dipolimerisasi dengan metode Kumada catalyst-transfer polycondensation, menghasilkan rantai polimer terkonjugasi dengan keteraturan regio yang tinggi.
Sifat yang membuat monomer ini dipilih adalah kombinasi antara reaktivitas dan keterprosesan. Dua atom brom pada posisi alfa cincin tiofena memberikan titik kopling yang bersih dan terkendali sehingga polimerisasi dapat berjalan secara kuasi-hidup dengan distribusi panjang rantai yang sempit. Rantai heksil pada posisi beta membuat polimer hasil sintesis larut dalam pelarut organik umum seperti kloroform, klorobenzena, atau toluena, sebuah syarat mutlak bagi fabrikasi lapisan tipis melalui spin coating maupun pencetakan larutan. Keteraturan susunan kepala-ekor yang dihasilkan sangat menentukan derajat kristalinitas, penumpukan pi-pi antar-rantai, dan pada akhirnya mobilitas pembawa muatan pada perangkat jadi.
Di Indonesia, bahan ini dipakai oleh kelompok riset material fungsional, fisika material, dan teknik kimia yang mengembangkan sel surya organik, transistor film tipis, serta sensor berbasis polimer konduktif. Riset energi terbarukan berbasis material organik terus tumbuh di berbagai universitas dan pusat penelitian nasional, dan ketersediaan monomer bermutu penelitian menjadi faktor penentu keberhasilan percobaan. Kemasan 5 g memadai untuk serangkaian percobaan polimerisasi dan optimasi kondisi reaksi skala laboratorium.
- Sintesis P3HT: monomer ini dipolimerisasi melalui metode Kumada catalyst-transfer untuk menghasilkan poli(3-heksiltiofena) dengan keteraturan regio dan panjang rantai terkendali.
- Fabrikasi sel surya organik: polimer yang dihasilkan berfungsi sebagai bahan donor elektron pada lapisan aktif heterojunction curah bersama akseptor fulerena atau non-fulerena.
- Transistor efek medan organik: film tipis polimer tiofena memberikan mobilitas lubang yang baik sehingga cocok dipakai sebagai lapisan semikonduktor perangkat OFET.
- Sintesis kopolimer blok terkonjugasi: monomer terbrominasi ini dikombinasikan dengan monomer lain untuk merancang polimer donor–akseptor dengan celah pita yang disetel.
- Pengembangan sensor kimia: polimer konduktif berbasis tiofena mengubah sifat optik dan konduktivitasnya saat berinteraksi analit, sehingga berguna untuk sensor selektif.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3896 |
|---|---|
| Nomor CAS | 116971-11-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | monomer tiofena terbrominasi dengan rantai samping heksil untuk sintesis polimer |
| Penyimpanan | simpan dingin, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan monomer ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan diletakkan di tempat sejuk sesuai anjuran pemasok agar kemurniannya tetap terjaga. Kemurnian monomer sangat menentukan keberhasilan polimerisasi, sehingga kontak dengan udara lembap dan cahaya perlu diminimalkan; penyimpanan di bawah atmosfer inert sangat dianjurkan untuk penggunaan berulang. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindarkan dari oksidator kuat dan sumber panas. Karena mengandung halogen, sisa bahan serta limbah reaksinya harus dikumpulkan pada wadah limbah organik terhalogenasi yang diberi label jelas.
—
