TCI D3910 3,4-Dibromomaleimide adalah building block non-heterosiklik bergugus maleimida yang mengandung dua atom brom pada posisi 3 dan 4. Di laboratorium, senyawa ini banyak dimanfaatkan sebagai reagen penghubung dan penanda molekul, khususnya pada pekerjaan yang melibatkan gugus tiol. Perannya penting dalam kimia bioconjugation, sintesis senyawa fungsional, dan pembuatan turunan maleimida yang menjadi kerangka dasar berbagai probe molekuler maupun material dengan sifat optik dan elektronik tertentu.
Sifat yang menjadikannya menarik adalah pola reaktivitas gugus dibromomaleimida yang memungkinkan pertukaran atom brom oleh nukleofil, termasuk tiol dan amina, sehingga pembentukan turunan tersubstitusi dapat dilakukan bertahap dan terkendali. Kombinasi cincin maleimida yang bersifat penerima elektron dengan substituen brom juga membuka jalan bagi reaksi kopling silang berkatalis logam. Sebagai produk TCI, keseragaman mutunya membantu peneliti memperoleh hasil yang berulang pada percobaan konjugasi yang sensitif terhadap kualitas bahan awal.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan pada riset biokimia dan bioteknologi, kelompok penelitian kimia material, serta laboratorium yang mengembangkan probe fluoresen dan konjugat protein. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk pekerjaan skala kecil yang menuntut ketelitian tinggi sekaligus efisiensi penggunaan bahan pada tahap eksplorasi maupun pengulangan percobaan.
- Kimia bioconjugation berbasis tiol, karena gugus dibromomaleimida dapat bereaksi dengan residu sistein sehingga cocok untuk penambatan molekul pada protein.
- Sintesis turunan maleimida tersubstitusi, sebab atom brom mudah digantikan nukleofil sehingga peneliti dapat menyusun variasi struktur secara bertahap dan terarah.
- Pengembangan probe dan pelabelan molekuler, mengingat kerangka maleimida sering dipakai sebagai inti penanda pada kajian biokimia dan biologi sel.
- Reaksi kopling silang berkatalis logam, karena substituen brom pada cincin menyediakan titik reaksi yang lazim digunakan dalam pembentukan ikatan karbon–karbon.
- Riset material organik fungsional, sebab sifat penerima elektron dari cincin maleimida bermanfaat untuk merancang senyawa dengan karakter optik dan elektronik tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1122-10-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan reagen sintesis dan bioconjugation |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap |
Simpan senyawa ini dalam wadah tertutup rapat pada kondisi sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sebab turunan maleimida dapat terurai bila terpapar kelembapan atau kondisi basa. Hindari penyimpanan bersama tiol, amina, maupun basa kuat yang dapat memicu reaksi selama masa penyimpanan. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta siapkan larutan kerja sesegera mungkin sebelum digunakan. Rujuk Safety Data Sheet produsen sebelum penanganan.
- Tan dkk. (2015). Dibromomaleimide As a facile, Versatile Linker for Delivery Applications. Therapeutic Delivery doi:10.4155/tde.15.52
- Li dkk. (2016). Synthesis and post-polymerization modification of polynorbornene bearing dibromomaleimide side groups. Polymer doi:10.1016/j.polymer.2016.01.020
- Robin dkk. (2014). Fluorescent and chemico-fluorescent responsive polymers from dithiomaleimide and dibromomaleimide functional monomers. Chemical Science doi:10.1039/c4sc00753k
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
