Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 63224-42-0

4,7-Dibromo-2,1,3-benzoselenadiazole TCI D3944

4,7-Dibromo-2,1,3-benzoselenadiazole TCI D3944

Identitas Kimia

No. CAS
63224-42-0
Rumus molekul
C6H2Br2N2Se
Berat molekul
340.86 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4,7-dibromo-2,1,3-benzoselenadiazole
SMILES
C1=C(C2=N[Se]N=C2C(=C1)Br)Br
InChIKey
MVYRQFKGUCDJAB-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 631165
Harga reguler Rp 6.201.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 6.201.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4,7-Dibromo-2,1,3-benzoselenadiazole adalah blok bangunan semikonduktor organik yang tersusun atas inti benzoselenadiazol dengan dua atom brom pada posisi 4 dan 7. Di laboratorium ilmu material, senyawa ini berperan sebagai unit akseptor elektron yang siap dipolimerisasi maupun dikopling untuk membangun sistem donor-akseptor. Dua gugus bromo yang terletak simetris menjadikannya monomer bifungsional yang ideal untuk reaksi kopling silang seperti Stille, Suzuki, maupun kopling langsung C-H, sehingga peneliti dapat merangkai polimer terkonjugasi dengan struktur rantai yang terkendali dan berulang secara teratur.

Karakteristik utama yang membuatnya dipilih adalah kehadiran atom selenium menggantikan belerang pada kerangka benzotiadiazol yang lebih umum. Atom selenium berukuran lebih besar, lebih mudah terpolarisasi, dan menyumbang interaksi antarmolekul yang lebih kuat, sehingga polimer yang dihasilkan cenderung memiliki celah pita lebih sempit, serapan bergeser ke arah gelombang panjang, serta penataan rantai dalam lapisan tipis yang lebih rapat. Sifat tersebut sangat dicari pada penelitian sel surya organik dan detektor inframerah dekat. Selain itu, inti benzoselenadiazol bersifat miskin elektron yang stabil sehingga cocok dipasangkan dengan berbagai unit donor.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada kelompok riset material fungsional, elektronika organik, dan energi terbarukan di universitas serta lembaga penelitian nasional. Kemasan 1 g sesuai dengan pola kerja penelitian polimer terkonjugasi yang umumnya berlangsung pada skala ratusan miligram per batch, sehingga satu kemasan cukup untuk beberapa kali percobaan polimerisasi beserta optimasi kondisi kopling dan pemurnian produk.

  • Monomer akseptor pada polimer donor-akseptor, karena dua gugus bromo simetris memungkinkan polikondensasi terkontrol menghasilkan rantai terkonjugasi dengan urutan unit yang teratur.
  • Penelitian sel surya organik, sebab celah pita sempit yang disumbang inti selenadiazol memperluas jangkauan penyerapan cahaya matahari ke daerah gelombang panjang.
  • Pengembangan material inframerah dekat, karena atom selenium menurunkan energi transisi elektronik sehingga serapan dan emisi bergeser melewati batas daerah tampak.
  • Reaksi kopling silang Suzuki dan Stille skala riset, mengingat ikatan karbon-brom pada cincin aromatik miskin elektron ini reaktif terhadap katalis paladium.
  • Sintesis molekul kecil semikonduktor untuk transistor dan fotodetektor, karena unit akseptornya dapat diapit dua unit donor membentuk struktur terkonjugasi simetris.

Merek TCI
Nomor CAS 63224-42-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan heterosiklik terbrominasi; penampakan lot mengikuti label dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai instruksi label

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa terkonjugasi terbrominasi dapat mengalami perubahan mutu bila terpapar cahaya dan kelembapan dalam waktu lama. Penyimpanan di dalam desikator atau lemari kering sangat membantu di iklim tropis. Timbang bahan dengan spatula bersih dan kering, hindari kontaminasi silang, lalu tutup kembali wadah segera. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan bekerja di lemari asam saat menangani serbuk. Senyawa yang mengandung selenium perlu diperlakukan hati-hati; kumpulkan sisa dan limbah pada wadah limbah kimia berlabel.

—