Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 134450-56-9

4,5-Difluorophthalonitrile TCI D3963

4,5-Difluorophthalonitrile TCI D3963
Harga reguler Rp 2.923.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.923.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4,5-Difluorophthalonitrile adalah blok bangunan ftalosianin berupa turunan ftalonitril yang membawa dua atom fluor pada posisi 4 dan 5 cincin benzena. Di laboratorium ilmu material dan kimia organik, senyawa ini menjadi bahan awal utama untuk membentuk cincin ftalosianin melalui reaksi siklotetramerisasi, baik dalam bentuk ftalosianin bebas logam maupun kompleks dengan berbagai ion logam. Selain jalur tersebut, dua atom fluor yang teraktivasi oleh gugus nitril juga membuka rute substitusi nukleofilik aromatik untuk menyisipkan gugus fenoksi, tiofenoksi, atau amina sebelum tahap siklisasi dilakukan.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kombinasi antara dua gugus nitril yang berdekatan sebagai penyusun cincin makrosiklik dan dua atom fluor yang sangat reaktif terhadap nukleofil. Gugus nitril yang kuat menarik elektron mengaktifkan posisi fluor sehingga penggantian dapat berlangsung pada kondisi yang relatif ringan tanpa merusak kerangka. Kehadiran fluor pada produk akhir menurunkan kerapatan elektron cincin ftalosianin, menggeser sifat elektrokimia dan spektrum serapannya, serta meningkatkan stabilitas kimia dan kecenderungan bahan bersifat semikonduktor tipe-n. Sifat inilah yang membuatnya bernilai untuk perancangan bahan optik dan elektronik yang dapat disetel.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan oleh kelompok riset kimia makrosiklik, fotokimia, sensor gas, dan material fungsional di universitas serta lembaga penelitian. Kemasan 1 g dan 5 g memudahkan penyesuaian skala kerja, karena sintesis ftalosianin biasanya diawali percobaan penapisan kondisi dalam jumlah kecil sebelum dilanjutkan ke pembuatan bahan untuk karakterisasi dan uji perangkat.

  • Sintesis ftalosianin tersubstitusi fluor, karena dua gugus nitril berdampingan merupakan prekursor langsung untuk pembentukan cincin makrosiklik melalui siklotetramerisasi berkatalis basa.
  • Substitusi nukleofilik aromatik, sebab atom fluor yang diaktifkan gugus nitril mudah digantikan fenol, tiol, atau amina untuk memasang gugus periferal pilihan.
  • Pengembangan fotosensitiser untuk penelitian terapi fotodinamik, mengingat ftalosianin terfluorinasi menyerap kuat pada daerah merah dan inframerah dekat yang menembus jaringan lebih dalam.
  • Material sensor gas dan lapisan tipis semikonduktor, karena ftalosianin turunan fluor menunjukkan stabilitas kimia tinggi dan respons elektronik yang terukur terhadap analit.
  • Sintesis pewarna serta katalis makrosiklik skala riset, sebab kerangka ftalosianin dapat mengikat berbagai ion logam pusat dengan sifat katalitik yang beragam.

Merek TCI
Nomor CAS 134450-56-9
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Material Building Blocks > Phthalocyanine Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan aromatik dinitril terfluorinasi; penampakan lot mengikuti label dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari kelembapan

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terhindar dari kelembapan maupun cahaya langsung; desikator sangat membantu pada iklim tropis. Senyawa nitril aromatik perlu ditangani dengan hati-hati, karena itu penimbangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu halus serta kontak langsung dengan kulit dan mata. Jauhkan dari basa kuat, oksidator kuat, serta sumber panas berlebih. Kumpulkan sisa bahan dan cucian peralatan pada wadah limbah kimia berlabel jelas.