Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 13731-82-3

2,5-Dibromoterephthalic Acid TCI D3994

2,5-Dibromoterephthalic Acid TCI D3994
Harga reguler Rp 2.628.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.628.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3994 2,5-Dibromoterephthalic Acid (CAS 13731-82-3) adalah asam dikarboksilat aromatik yang membawa dua atom bromin pada posisi 2 dan 5 cincin benzena, melengkapi dua gugus karboksilat pada posisi para. Susunan simetris ini menjadikannya building block non-heterosiklik yang sangat dihargai di laboratorium sintesis material dan kimia supramolekul. Dua gugus karboksilat berfungsi sebagai simpul koordinasi terhadap ion logam, sementara dua atom bromin menyediakan titik reaksi bagi berbagai reaksi kopling silang, sehingga satu molekul dapat dikembangkan ke dua arah fungsional yang berbeda.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kejelasan geometri dan keleluasaan modifikasi. Simetri linear gugus karboksilat pada posisi para menghasilkan tautan (linker) yang dapat diprediksi ketika dipakai membangun kerangka logam-organik, sedangkan substituen bromin menambah bobot elektronik serta membuka jalan pada reaksi Suzuki-Miyaura, Sonogashira, maupun substitusi nukleofilik terkatalisis logam. Sebagai padatan kristalin dengan gugus asam bebas, senyawa ini mudah ditimbang secara akurat, dapat dimurnikan lewat rekristalisasi, dan larut cukup baik dalam pelarut polar seperti dimetilformamida serta dimetil sulfoksida yang lazim digunakan pada sintesis solvotermal.

Di Indonesia, minat pada material berpori seperti MOF, polimer terkonjugasi, serta material untuk adsorpsi gas dan katalisis terus meningkat di lingkungan universitas dan lembaga riset. Bahan seperti ini menjadi tulang punggung eksperimen tersebut karena menawarkan tautan siap pakai yang reproducible. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan peneliti menyesuaikan pembelian dengan tahap kerja, mulai dari penjajakan awal hingga sintesis berulang untuk optimasi kondisi.

  • Sintesis kerangka logam-organik (MOF), karena dua gugus karboksilat paranya membentuk tautan linear yang menghasilkan jaringan berpori teratur dan dapat diprediksi.
  • Reaksi kopling silang Suzuki dan Sonogashira, sebab kedua atom brominnya merupakan titik aktivasi yang efektif untuk pembentukan ikatan karbon–karbon.
  • Penyusunan polimer terkonjugasi berbasis aromatik, mengingat inti benzena tersubstitusi ganda memberi arah polimerisasi yang teratur di kedua sisi molekul.
  • Kimia supramolekul dan rekayasa kristal, karena gugus karboksilatnya membentuk ikatan hidrogen kuat yang menuntun penataan kisi kristal secara terarah.
  • Penyiapan monomer material fungsional, sebab kombinasi halogen dan karboksilat memungkinkan fungsionalisasi bertahap menuju struktur target yang kompleks.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 13731-82-3
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin/serbuk (rincian mengacu pada label serta CoA lot)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat sesuai petunjuk label

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di rak bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat serta oksidator karena sifat asam dari gugus karboksilatnya. Padatan ini bersifat higroskopis ringan pada kondisi lembap tropis, sehingga penggunaan desikator membantu menjaga ketepatan penimbangan. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam atau ruang berventilasi memadai dengan sarung tangan nitril, pelindung mata, dan jas laboratorium, sebab serbuk asam aromatik dapat mengiritasi mata serta saluran napas. Tutup wadah segera setelah digunakan dan rujuk SDS resmi.

  • Tang dkk. (2026). Preparation and proton-conductive properties of a two-dimensional terbium(III)-organic framework constructed from 2,5-dibromoterephthalic acid. Journal of Solid State Chemistry doi:10.1016/j.jssc.2025.125715
  • Zhang dkk. (2020). Coordination polymers driven by 2,5-dibromoterephthalic acid and chelating co-ligands: Syntheses, structures and luminescent properties. Journal of Solid State Chemistry doi:10.1016/j.jssc.2020.121721
  • Sun dkk. (2016). Four calcium( ii ) coordination polymers based on 2,5-dibromoterephthalic acid and different N-donor organic species: syntheses, structures, topologies, and luminescence properties. CrystEngComm doi:10.1039/c6ce01709f

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.