TCI D3995 Diethyl 2,5-Dibromoterephthalate (CAS 18013-97-3) adalah bentuk diester etil dari asam 2,5-dibromoterefталat, yaitu inti benzena simetris yang membawa dua atom bromin serta dua gugus ester etil pada posisi para. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini banyak dipakai di laboratorium sintesis organik dan kimia material karena gugus esternya sudah terlindung sejak awal, sehingga peneliti dapat langsung menjalankan reaksi pada atom bromin tanpa gangguan proton asam. Setelah kerangka target terbentuk, gugus ester dapat dihidrolisis kembali menjadi asam bila diperlukan.
Keunggulan yang membuat bentuk ester ini sering dipilih adalah kelarutan dan kompatibilitas reaksi. Berbeda dengan asam bebasnya, diester ini larut lebih baik dalam pelarut organik seperti toluena, tetrahidrofuran, dan diklorometana, yang justru merupakan medium lazim bagi reaksi kopling terkatalisis paladium. Ketiadaan gugus asam bebas juga mencegah pemadaman basa dan katalis logam, sehingga kondisi reaksi lebih mudah dikendalikan dan hasil lebih konsisten. Simetri molekul memberi keteraturan pada produk polimerisasi, sementara dua bromin yang setara memungkinkan reaksi ganda maupun mono-fungsionalisasi terkendali melalui pengaturan stoikiometri.
Bagi laboratorium di Indonesia yang menekuni polimer terkonjugasi, material optoelektronik, dan sintesis MOF berbasis prekursor ester, bahan ini menawarkan jalur kerja yang praktis. Kelompok riset di bidang kimia material dan teknik kimia biasanya memakainya sebagai monomer atau inti sentral pada penyusunan molekul berukuran besar. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian antara tahap penjajakan metode dan produksi bahan uji untuk karakterisasi lanjut.
- Monomer polimerisasi kopling silang, karena dua atom bromin setaranya memungkinkan pertumbuhan rantai terkonjugasi secara teratur pada kedua arah molekul.
- Reaksi Suzuki-Miyaura dan Stille pada riset material, sebab gugus ester terlindung tidak mengganggu katalis paladium maupun basa yang digunakan.
- Sintesis prekursor material optoelektronik, mengingat inti aromatik simetris dengan gugus penarik elektron berkontribusi pada penataan tingkat energi molekul.
- Penyiapan tautan MOF melalui hidrolisis lanjut, karena gugus ester dapat diubah kembali menjadi karboksilat setelah kerangka molekul terbentuk.
- Sintesis molekul organik berukuran besar bertahap, sebab kelarutannya yang baik dalam pelarut organik memudahkan reaksi homogen serta pemurnian kromatografi.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 18013-97-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin/serbuk (rincian mengacu pada label serta CoA lot) |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari kelembapan |
Simpan wadah asli tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, serta berventilasi baik, terpisah dari basa kuat dan asam kuat yang dapat memicu hidrolisis gugus esternya selama penyimpanan. Hindari paparan kelembapan tinggi yang umum di iklim tropis dengan menempatkan wadah di dalam desikator atau lemari berpendingin bila tersedia. Penimbangan sebaiknya dilakukan di ruang berventilasi memadai menggunakan sarung tangan nitril, pelindung mata, dan jas laboratorium tertutup, karena serbuk organobromin dapat mengiritasi kulit serta mata. Bersihkan tumpahan dengan cara kering dan rujuk SDS resmi sebelum bekerja.
—
