Daminozide adalah senyawa turunan asam suksinat berhidrazida yang sejak lama dikenal sebagai zat pengatur tumbuh tanaman, dan dalam beberapa dekade terakhir menarik perhatian besar di bidang biologi molekuler sebagai penghambat enzim histon demetilase. Pada penelitian tumbuhan, senyawa ini digunakan untuk mempelajari pengendalian pemanjangan batang dan pertumbuhan vegetatif melalui pengaruhnya terhadap biosintesis giberelin. Pada penelitian epigenetik, daminozide dipakai sebagai molekul kecil yang menghambat subkelompok enzim demetilase berdomain JmjC, sehingga membantu peneliti menelusuri peran modifikasi histon terhadap pengaturan ekspresi gen di dalam sel.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah ukurannya yang kecil, kelarutannya yang baik dalam media berair, dan selektivitasnya terhadap subfamili enzim demetilase tertentu dibandingkan senyawa penghambat berspektrum luas. Selektivitas ini penting karena memungkinkan peneliti mengaitkan perubahan yang teramati dengan target enzim yang lebih spesifik, bukan dengan gangguan menyeluruh terhadap seluruh jalur epigenetik. Sebagai padatan, daminozide juga relatif mudah ditimbang dan disiapkan menjadi larutan induk, sehingga praktis dipakai baik pada uji enzim bebas sel maupun percobaan berbasis kultur sel.
Di Indonesia, daminozide dimanfaatkan pada laboratorium bioteknologi tanaman, agronomi, serta pusat riset biomedis yang menekuni regulasi epigenetik. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan bagi laboratorium yang hanya memerlukan jumlah kecil untuk uji enzimatik, maupun kelompok riset agronomi yang membutuhkan kuantitas lebih besar untuk percobaan pada tanaman di rumah kaca atau lahan uji terbatas.
- Penelitian epigenetik, karena senyawa ini menghambat subkelompok histon demetilase berdomain JmjC sehingga berguna untuk menelusuri peran metilasi histon pada ekspresi gen.
- Uji penapisan enzim bebas sel, sebab kelarutannya yang baik dalam bufer berair memudahkan penyusunan seri konsentrasi untuk penentuan daya hambat secara kuantitatif.
- Kajian zat pengatur tumbuh tanaman, karena pengaruhnya terhadap pemanjangan batang membantu peneliti mempelajari mekanisme pengendalian pertumbuhan vegetatif secara terkendali.
- Percobaan kultur jaringan tanaman, mengingat senyawa ini dapat ditambahkan ke media untuk mengamati respons pertumbuhan planlet terhadap pembatasan perpanjangan sel.
- Senyawa pembanding pada pengembangan inhibitor baru, karena profil selektivitasnya yang telah banyak dilaporkan menjadikannya acuan berguna saat menguji kandidat molekul lain.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1596-84-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Molecular Biology > Epigenetics |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat, terlindung dari kelembapan sesuai lembar data produk |
Simpan daminozide dalam wadah tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung serta panas berlebih. Wadah asli produsen atau botol kaca bertutup ulir dengan segel merupakan pilihan yang sesuai, dan penyimpanan di dalam desikator dianjurkan bila ruangan cenderung lembap. Larutan induk sebaiknya diberi label lengkap berisi konsentrasi dan tanggal pembuatan, lalu disimpan beku dalam alikuot kecil agar tidak mengalami pembekuan berulang. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta timbang bahan di area berventilasi baik.
- Li dkk. (2015). Bulking Duration and Daminozide Affect Growth and Flowering of Achillea בCoronation Gold’. Journal of Environmental Horticulture doi:10.24266/0738-2898-33.2.84
- Steinbrecher dkk. (1990). Improved Gas Chromatographic Method for Determination of Daminozide by Alkaline Hydrolysis and 2-Nitrobenzaldehyde Derivatization and Survey Results of Daminozide in Agricultural Products. Journal of AOAC INTERNATIONAL doi:10.1093/jaoac/73.4.512
- Instituto Tecnólogico Agropecuario No. 2, Conkal, Yucatán dkk. (2005). EL DAMINOZIDE AUMENTA EL DIÁMETRO DE INFLORESCENCIA DEL CRISANTEMO (Dendranthema grandiflora Tzelev.), CULTIVAR POLARIS WHITE. Revista Chapingo Serie Horticultura doi:10.5154/r.rchsh.2005.03.021
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
