Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 51760-21-5

Dimethyl 5-Bromoisophthalate TCI D4068

Dimethyl 5-Bromoisophthalate TCI D4068
Harga reguler Rp 1.771.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.771.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4068 Dimethyl 5-Bromoisophthalate adalah ester dimetil dari asam 5-bromoisoftalat, yaitu kerangka benzena yang membawa dua gugus ester pada posisi 1 dan 3 serta satu atom brom pada posisi 5. Susunan simetris ini menjadikannya bahan bangunan non-heterosiklik yang populer untuk membangun struktur bercabang dan jaringan tiga dimensi. Di laboratorium, senyawa ini banyak dipakai sebagai prekursor ligan polikarboksilat, unit penghubung pada makromolekul dendritik, serta bahan antara sintesis senyawa aromatik tersubstitusi ganda yang memerlukan pengendalian posisi secara ketat.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah adanya dua jenis reaktivitas yang dapat dikerjakan secara berurutan. Atom brom pada posisi 5 siap mengikuti reaksi kopling silang berkatalis paladium atau reaksi pertukaran halogen–logam, sementara kedua gugus ester dapat dihidrolisis menjadi asam dikarboksilat, diubah menjadi amida, atau direduksi menjadi alkohol. Bentuk ester juga membuat senyawa lebih mudah larut dalam pelarut organik dan lebih mudah dimurnikan melalui kromatografi maupun rekristalisasi dibandingkan bentuk asam bebasnya, sehingga penanganan pada tahap sintesis menjadi jauh lebih praktis.

Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada riset kerangka logam-organik, kimia supramolekul, material berpori, dan kimia dendrimer di lingkungan universitas maupun lembaga penelitian. Kemasan 1 gram sangat sesuai untuk uji coba rute sintesis atau percobaan kristalisasi berskala kecil, sedangkan kemasan 5 gram membantu penelitian yang memerlukan sintesis ligan berulang, optimasi kondisi solvotermal, atau penyiapan bahan untuk pengujian adsorpsi dan karakterisasi struktur.

  • Sintesis ligan isoftalat untuk kerangka logam-organik, karena hidrolisis kedua ester menghasilkan linker dikarboksilat dengan geometri sudut yang khas.
  • Reaksi kopling silang pada posisi brom, sebab atom halogen tersebut memungkinkan penyisipan gugus aril atau alkinil secara selektif tanpa mengganggu ester.
  • Pembuatan struktur dendritik dan makromolekul bercabang, mengingat pola substitusi 1,3,5 sangat cocok untuk membangun percabangan yang teratur dan terkendali.
  • Sintesis senyawa antara farmasi dan agrokimia, karena kombinasi ester dan halida aril memberi fleksibilitas transformasi gugus fungsi pada tahap lanjut.
  • Riset material berpori dan kimia supramolekul, sebab turunan asamnya mampu membentuk jembatan koordinasi maupun ikatan hidrogen yang menata struktur padatan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4068
Nomor CAS 51760-21-5
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian mengikuti lembar data dan sertifikat analisis bawaan produk
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup rapat

Simpan Dimethyl 5-Bromoisophthalate dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Karena berupa senyawa ester, bahan ini sebaiknya dijauhkan dari basa kuat, asam kuat, dan kelembapan berlebih yang dapat memicu hidrolisis secara perlahan. Timbang di lemari asam atau ruang berventilasi memadai, dan kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, serta kacamata pelindung. Tutup kembali wadah segera setelah penggunaan agar bahan tidak menyerap uap air, beri label jelas pada setiap wadah kerja, dan salurkan limbah padat maupun pelarut sisa ke sistem pengelolaan limbah kimia laboratorium.