Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 122648-99-1

9,10-Di(2-naphthyl)anthracene TCI D4127

9,10-Di(2-naphthyl)anthracene TCI D4127
Harga reguler Rp 2.775.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.775.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4127 9,10-Di(2-naphthyl)anthracene, yang di kalangan peneliti material kerap disingkat ADN, adalah senyawa aromatik polisiklik yang tersusun dari inti antrasena dengan dua gugus naftil pada posisi 9 dan 10. Senyawa ini termasuk kelas material elektronik organik dan menjadi salah satu bahan yang paling sering dijumpai dalam penelitian perangkat OLED (organic light-emitting diode). Perannya di laboratorium umumnya sebagai material inti lapisan pemancar cahaya, khususnya untuk perangkat pemancar biru, atau sebagai matriks yang menampung dopan pemancar dalam arsitektur perangkat multilapis yang dibuat lewat penguapan vakum.

Struktur ADN yang kaku dan besar membuatnya cenderung enggan membentuk kristal saat dideposisikan menjadi lapisan tipis, sehingga film yang dihasilkan relatif seragam — sifat yang sangat dihargai dalam fabrikasi perangkat organik karena kestabilan morfologi lapisan berpengaruh langsung pada keterulangan hasil. Inti antrasena memberikan karakter pemancaran pada daerah biru, sementara substituen naftil menambah ruang sterik yang menekan interaksi antar-molekul yang tidak diinginkan. Kombinasi ini menjadikan ADN bahan rujukan yang lazim ketika peneliti ingin membandingkan kinerja material baru terhadap tolok ukur yang sudah mapan di literatur.

Di Indonesia, kebutuhan bahan seperti ini muncul di laboratorium fisika material, teknik elektro, dan kimia material pada perguruan tinggi maupun lembaga riset yang menekuni elektronika organik, fotonika, dan perangkat display. Kemasan 1 g umumnya memadai untuk serangkaian percobaan deposisi lapisan tipis maupun karakterisasi optik. Karena laboratorium di Indonesia bekerja pada kelembapan tinggi, penyimpanan yang terlindung dari udara lembap dan cahaya menjadi kunci menjaga kualitas bahan.

  • Material host lapisan pemancar pada perangkat OLED biru, karena kerangka antrasenanya memberi karakter emisi biru dan kestabilan yang telah banyak dilaporkan dalam literatur perangkat.
  • Fabrikasi lapisan tipis melalui penguapan termal vakum, sebab bentuk padatnya dapat disublimasi dan menghasilkan film amorf yang relatif seragam serta stabil secara morfologi.
  • Kajian fotofisika molekul aromatik polisiklik, karena senyawa ini menjadi model yang baik untuk mempelajari fluoresensi, pergeseran Stokes, dan perilaku keadaan tereksitasi.
  • Material pembanding (benchmark) dalam pengembangan host baru, karena kinerjanya telah terdokumentasi luas sehingga memudahkan peneliti memvalidasi kualitas perangkat buatan sendiri.
  • Studi transfer energi pada sistem host–dopan, karena ADN mampu menampung dopan pemancar dan menjadikan mekanisme transfer energi dapat diamati secara sistematis.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 122648-99-1
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Electronic Materials > Organic Light-Emitting Diode (OLED) Materials
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan/serbuk kristalin pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap; hindari paparan cahaya berkepanjangan

Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa aromatik pemancar cahaya umumnya lebih baik dijaga dari paparan sinar berkepanjangan. Untuk keperluan fabrikasi perangkat, banyak laboratorium menyimpan bahan ini di dalam desikator atau glovebox agar terhindar dari uap air dan oksigen yang dapat memengaruhi kinerja lapisan. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang, sebab kemurnian sangat menentukan hasil perangkat. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata; hindari menghirup debu halus saat menimbang. Buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia organik laboratorium.

  • Ha dkk. (2020). Non-symmetric 9,10-Di(2-naphthyl)anthracene derivatives as hosts and emitters for solution-processed blue fluorescent organic light emitting diodes. Journal of Industrial and Engineering Chemistry doi:10.1016/j.jiec.2020.03.016
  • Guan dkk. (2009). White organic light-emitting diodes with 9, 10-bis (2-naphthyl) anthracene. Journal of Physics: Conference Series doi:10.1088/1742-6596/152/1/012049
  • Hsieh dkk. (2009). Study of electrical characterization of 2-methyl-9, 10-di(2-naphthyl)anthracene doped with tungsten oxide as hole-transport layer. Applied Physics Letters doi:10.1063/1.3173824

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.