Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 51285-60-0

4,4'-Dibromo-2,2'-bithiophene TCI D4181

4,4'-Dibromo-2,2'-bithiophene TCI D4181

Identitas Kimia

No. CAS
51285-60-0
Rumus molekul
C8H4Br2S2
Berat molekul
324.05 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-bromo-2-(4-bromothiophen-2-yl)thiophene
SMILES
C1=C(SC=C1Br)C2=CC(=CS2)Br
InChIKey
KITUXFRDWJKACE-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00508561
PubChem
CID 716032
Harga reguler Rp 4.718.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.718.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4181 adalah 4,4'-Dibromo-2,2'-bithiophene, turunan bitiofena yang membawa atom brom pada posisi 4 dan 4' dari kedua cincin tiofena. Sebagai heterocyclic building block, senyawa ini menempati posisi penting dalam sintesis material terkonjugasi karena menyediakan kerangka bitiofena sekaligus dua titik reaktif yang siap diolah lebih lanjut. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai monomer maupun senyawa antara untuk membangun oligotiofena, politiofena tersubstitusi, dan berbagai molekul kecil terkonjugasi yang diteliti pada bidang elektronika organik dan fotokimia.

Keunggulan senyawa ini terletak pada pola brominasi di posisi beta, yaitu posisi 4 dan 4', bukan posisi alfa yang lazim. Pola ini menyisakan posisi 5 dan 5' tetap bebas sehingga polimerisasi maupun perpanjangan rantai dapat diarahkan pada ujung cincin, sementara atom brom di posisi beta menjadi pegangan untuk memasang gugus samping melalui reaksi penggandengan silang terkatalisis paladium atau melalui pertukaran halogen–logam. Ikatan karbon–brom pada cincin tiofena cukup reaktif untuk reaksi Suzuki, Stille, Negishi, maupun Kumada, sehingga senyawa ini menjadi platform yang fleksibel untuk merancang arsitektur molekul yang tidak mudah dicapai lewat jalur lain.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dimanfaatkan pada penelitian polimer konduktif, material optoelektronik, dan kimia sintesis lanjut di lingkungan perguruan tinggi serta pusat riset. Kemasan 1 g dan 5 g memberi pilihan yang praktis, baik untuk uji coba reaksi berskala miligram maupun untuk penyediaan monomer bagi rangkaian percobaan polimerisasi yang memerlukan bahan lebih banyak.

  • Monomer dan senyawa antara polimer terkonjugasi: dua ikatan karbon–brom memungkinkan polimerisasi maupun fungsionalisasi terarah untuk membangun rantai politiofena tersubstitusi.
  • Reaksi penggandengan silang terkatalisis paladium: substituen bromo pada cincin tiofena reaktif dalam Suzuki, Stille, Negishi, dan Kumada untuk memasang beragam gugus aril atau alkil.
  • Sintesis oligotiofena terarah: posisi 5 dan 5' yang tetap bebas memungkinkan perpanjangan rantai terkendali sehingga panjang konjugasi dapat diatur secara sistematis.
  • Prekursor material semikonduktor organik: kerangka bitiofena menjadi inti pengangkut muatan pada material untuk transistor organik maupun perangkat fotovoltaik.
  • Pembuatan ligan dan molekul fungsional berbasis tiofena: pertukaran halogen–logam membuka jalan pemasangan gugus donor untuk riset kompleks logam dan sensor.

Merek TCI
Nomor CAS 51285-60-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan (rincian lot merujuk pada Certificate of Analysis)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dengan wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung, sebab senyawa tiofena terhalogenasi sebaiknya dijauhkan dari paparan cahaya dan kelembapan berkepanjangan. Penyimpanan di dalam desikator atau di bawah atmosfer gas inert dianjurkan bila wadah sering dibuka. Jauhkan dari oksidator kuat serta sumber panas dan nyala api. Gunakan alat gelas kering saat penimbangan, kerjakan di lemari asam bila memungkinkan, dan kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, serta jas laboratorium sepanjang penanganan.

—