TCI D4183 adalah 5,5'-Dibromo-3,3'-dihexyl-2,2'-bithiophene, monomer bitiofena yang sudah lengkap dengan dua rantai heksil pada posisi 3 dan 3' serta dua atom brom pada posisi 5 dan 5'. Senyawa ini dikategorikan sebagai building block semikonduktor polimer/makromolekul, dan di laboratorium fungsinya sangat spesifik: menjadi monomer siap pakai untuk polimerisasi yang menghasilkan politiofena tersubstitusi alkil. Karena kedua gugus fungsi sudah terpasang pada posisi yang tepat, peneliti dapat langsung masuk ke tahap pembentukan polimer tanpa perlu melakukan brominasi atau alkilasi sendiri.
Sifat yang membuat senyawa ini bernilai adalah rancangan strukturnya yang mempertimbangkan keteraturan rantai polimer. Atom brom pada kedua posisi alfa merupakan titik penggandengan yang lazim dipakai pada polimerisasi Yamamoto, Stille, Suzuki, maupun Kumada catalyst-transfer, sehingga rantai tumbuh secara linear melalui hubungan antarcincin tiofena. Rantai heksil pada posisi 3 dan 3' menjamin polimer yang terbentuk tetap larut dan dapat diproses menjadi lapisan tipis lewat teknik larutan. Susunan simetris dari kedua rantai alkil pada satu unit bitiofena juga membantu menghasilkan polimer dengan pola substitusi yang teratur, yang berdampak langsung pada penyusunan rantai, kristalinitas film, dan mobilitas muatan perangkat.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dipakai kelompok riset polimer konduktif, sel surya organik, dan elektronika cetak di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan kebutuhan sintesis polimer skala laboratorium, mulai dari percobaan penjajakan hingga pembuatan bahan untuk fabrikasi dan karakterisasi perangkat.
- Monomer polimerisasi politiofena: dua atom brom pada posisi alfa merupakan titik penggandengan standar untuk metode Yamamoto, Stille, Suzuki, maupun Kumada catalyst-transfer.
- Sintesis kopolimer donor–akseptor: senyawa ini berperan sebagai unit donor kaya elektron yang dipasangkan dengan unit akseptor untuk menyetel celah pita material.
- Pembuatan material aktif sel surya organik: polimer hasil sintesisnya dipakai sebagai lapisan donor yang menyerap cahaya dan mengangkut lubang pada perangkat fotovoltaik.
- Fabrikasi transistor efek medan organik: kelarutan yang dijaga rantai heksil memungkinkan pembentukan film semikonduktor yang seragam melalui proses berbasis larutan.
- Sintesis oligomer terkonjugasi terdefinisi: kedua ujung terbrominasi memudahkan pemasangan unit ujung tertentu untuk membuat molekul model dengan panjang konjugasi terkendali.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 170702-05-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | merujuk pada Certificate of Analysis lot terkait |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dengan wadah tertutup rapat |
Simpan monomer dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Untuk keperluan polimerisasi, kemurnian monomer sangat menentukan hasil, sehingga penyimpanan di bawah atmosfer gas inert dan di dalam desikator sangat dianjurkan agar tidak terjadi serapan uap air maupun oksidasi perlahan. Jauhkan dari oksidator kuat, sumber panas, dan nyala api. Gunakan alat gelas kering serta teknik bebas udara bila diperlukan, kerjakan di lemari asam, dan kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, serta jas laboratorium.
—
