TCI D4239 Dihydrodaidzein (CAS 17238-05-0) adalah senyawa isoflavonoid yang merupakan metabolit antara dari daidzein, isoflavon yang banyak ditemukan pada kedelai dan produk turunannya. Senyawa ini terbentuk melalui reduksi daidzein oleh mikrobiota usus dan menjadi tahapan penting sebelum terbentuknya equol. Di laboratorium, dihydrodaidzein dipakai sebagai standar analitik dan bahan uji pada penelitian metabolisme isoflavon, fitokimia pangan, serta mikrobiologi usus. Ketersediaan senyawa ini dalam bentuk murni memungkinkan peneliti mengidentifikasi dan mengukur metabolit tersebut secara akurat di dalam matriks biologis maupun sampel fermentasi.
Sifat yang membuat dihydrodaidzein banyak dipilih adalah kerangka isoflavanonnya yang khas serta gugus hidroksil fenolik yang memberi karakter kromofor dan reaktivitas antioksidan. Struktur ini menghasilkan pola spektrum ultraviolet dan fragmentasi spektrometri massa yang khas, sehingga sangat berguna sebagai penanda identifikasi pada analisis LC-MS maupun HPLC-DAD. Kehadiran pusat kiral pada kerangka isoflavanon juga menjadikannya bahan menarik untuk kajian metabolisme stereoselektif oleh bakteri usus. Sebagai senyawa fenolik, dihydrodaidzein relatif peka terhadap cahaya, panas, dan oksidasi, sehingga tersedia dalam kemasan kecil yang menjaga mutu material tetap terjaga.
Laboratorium di Indonesia memiliki kepentingan besar pada senyawa ini mengingat kedelai, tempe, dan tahu merupakan bagian utama pola konsumsi masyarakat. Peneliti pangan, gizi, dan farmasi kerap memerlukan standar metabolit isoflavon untuk menelusuri nasib senyawa kedelai setelah dikonsumsi atau setelah proses fermentasi tradisional. Kemasan 25 mg sangat sesuai untuk kebutuhan penyiapan larutan standar, pembuatan kurva kalibrasi, dan uji pendahuluan pada laboratorium kampus maupun lembaga riset yang bekerja dengan volume sampel terbatas namun menuntut ketelitian analisis tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Polyphenols 2024-12-05 · hal. 1
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 12
- Analisis metabolit isoflavon kedelai, karena dihydrodaidzein merupakan senyawa antara kunci yang harus dikenali untuk memetakan jalur konversi daidzein menjadi equol.
- Standar kalibrasi HPLC dan LC-MS, sebab senyawa murni dengan identitas jelas diperlukan agar penetapan kadar dalam plasma atau ekstrak pangan menjadi akurat.
- Penelitian mikrobiota usus, karena senyawa ini menjadi penanda aktivitas bakteri pereduksi isoflavon pada kultur in vitro maupun percobaan fermentasi terkendali.
- Kajian aktivitas antioksidan fitokimia, sebab gugus hidroksil fenoliknya memungkinkan pengujian daya tangkap radikal dibandingkan dengan senyawa induk maupun turunannya.
- Studi fitokimia produk fermentasi tradisional, karena dibutuhkan pembanding autentik untuk memastikan puncak kromatogram pada tempe atau produk kedelai benar-benar teridentifikasi.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4239 |
|---|---|
| Nomor CAS | 17238-05-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides |
| Ukuran kemasan | 25 mg |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk; pemerian rinci mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis produsen |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, sesuai anjuran pada label produk |
Sebagai senyawa fenolik dalam kemasan miligram, dihydrodaidzein sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya langsung. Botol kaca amber atau wadah berpelindung cahaya sangat dianjurkan, dan penutupan kembali harus dilakukan segera setelah penimbangan agar tidak menyerap uap air. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka bila disimpan dingin, sehingga uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta lakukan penimbangan pada neraca analitik di area bebas aliran udara kencang. Hindari kontak dengan kulit dan mata, jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan sumber panas, serta gunakan pelarut kelas analitik saat menyiapkan larutan induk. Buang sisa larutan mengikuti prosedur limbah kimia yang berlaku.
- Lee dkk. (2016). Isoflavones and biotransformed dihydrodaidzein in hairy roots of Korean wild arrowroot. Journal of Plant Biotechnology doi:10.5010/jpb.2016.43.1.125
- Kobayashi (2013). Transport Mechanisms of Soy Isoflavones and their Microbial Metabolites Dihydrogenistein and Dihydrodaidzein Across Monolayers and Membranes. Pharmaceutica Analytica Acta doi:10.4172/2153-2435.1000227
- Prasertwasu dkk. (2022). Dihydrodaidzein production from soybean hypocotyl extract by human intestinal bacterium MRG-1. Journal of Applied Biological Chemistry doi:10.3839/jabc.2022.057
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
