Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 321903-29-1

1,1-Dimethyl-1,3-dihydrobenzo[c][1,2]oxasilole TCI D4243

1,1-Dimethyl-1,3-dihydrobenzo[c][1,2]oxasilole TCI D4243
Harga reguler Rp 3.836.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.836.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4243 1,1-Dimethyl-1,3-dihydrobenzo[c][1,2]oxasilole (CAS 321903-29-1) adalah reagen organosilikon berbentuk siklik yang menggabungkan atom silikon, oksigen, dan kerangka benzena dalam satu cincin lima anggota. Senyawa ini dikenal di kalangan kimiawan sintesis sebagai donor aril yang berperan pada reaksi kopling silang berkatalis paladium, khususnya dalam pendekatan Hiyama–Denmark. Bentuk siklik oksasilol berfungsi sebagai bentuk terlindung dari silanol, sehingga reagen dapat ditangani dengan lebih nyaman namun tetap mudah diaktifkan pada saat reaksi berlangsung untuk mentransfer gugus aril ke pasangan elektrofilnya.

Karakteristik utama yang membuat reagen ini dipilih adalah reaktivitas silikon yang dapat dikendalikan. Berbeda dengan reagen organologam yang sangat reaktif, senyawa organosilikon umumnya lebih stabil, lebih toleran terhadap berbagai gugus fungsi, dan menghasilkan produk samping berbasis silikon yang relatif tidak berbahaya serta mudah dipisahkan. Cincin oksasilol yang tegang membuat aktivasi berlangsung efisien saat dikenai basa atau aktivator yang sesuai, sehingga transfer gugus aril berjalan dengan hasil yang baik. Kombinasi kestabilan penyimpanan dan reaktivitas yang terarah inilah yang menjadikannya alternatif menarik dibandingkan reagen boron atau timah pada beberapa strategi sintesis.

Laboratorium kimia organik di Indonesia yang menekuni metodologi sintesis, katalisis paladium, dan pembentukan ikatan karbon–karbon merupakan pengguna utama reagen semacam ini. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk kebutuhan riset skala laboratorium, mulai dari penapisan kondisi katalitik, optimasi pelarut dan basa, hingga sintesis senyawa target pada penelitian tesis dan disertasi. Ukuran yang tidak terlalu besar juga membantu menjaga kesegaran reagen organosilikon yang sebaiknya tidak disimpan terlalu lama setelah wadahnya dibuka.

  • Reaksi kopling silang Hiyama–Denmark, karena reagen ini bertindak sebagai donor aril yang stabil namun mudah diaktifkan untuk membentuk ikatan karbon–karbon.
  • Sintesis biaril dan senyawa aromatik tersubstitusi, sebab transfer gugus aril dari silikon berlangsung selektif dengan toleransi gugus fungsi yang cukup luas.
  • Pengembangan metodologi katalisis paladium, karena reagen organosilikon dipakai membandingkan efisiensi sistem katalitik terhadap reagen boron maupun organostannan konvensional.
  • Kimia organosilikon eksploratif, sebab cincin oksasilol menjadi model menarik untuk mempelajari perilaku aktivasi silikon hipervalen dalam berbagai kondisi basa.
  • Sintesis senyawa antara pada program kimia medisinal, karena produk samping berbasis silikon relatif mudah dihilangkan sehingga pemurnian produk akhir menjadi lebih sederhana.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4243
Nomor CAS 321903-29-1
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Organometallic Reagents > Organosilicon [Organometallic Reagents]
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat, terlindung dari kelembapan sesuai anjuran label

Reagen organosilikon dengan ikatan Si–O siklik sebaiknya dilindungi dari kelembapan karena air dapat memicu hidrolisis dan menurunkan kinerjanya pada reaksi kopling. Simpan wadah asli dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, sebaiknya di dalam desikator atau lemari bahan kimia yang kering. Untuk pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi, pengambilan reagen dianjurkan dilakukan di bawah atmosfer inert menggunakan jarum suntik kering atau teknik Schlenk, dan wadah segera ditutup kembali setelah digunakan. Kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta kerjakan seluruh penanganan di dalam lemari asam. Jauhkan dari sumber api, asam kuat, dan basa kuat, lalu buang sisa reagen serta pelarut bekas melalui jalur limbah kimia laboratorium.