Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 96605-66-2

N-[3-[3-(Dimethylamino)acryloyl]phenyl]-N-ethylacetamide TCI D4259

N-[3-[3-(Dimethylamino)acryloyl]phenyl]-N-ethylacetamide TCI D4259
Harga reguler Rp 709.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 709.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4259 dengan nomor CAS 96605-66-2 adalah N-[3-[3-(Dimethylamino)acryloyl]phenyl]-N-ethylacetamide, sebuah senyawa enaminon aromatik yang diposisikan sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik. Struktur molekulnya menggabungkan tiga elemen reaktif sekaligus: gugus enaminon (3-dimetilamino akriloil) yang sangat berguna sebagai unit tiga-karbon untuk pembentukan cincin, inti benzena tersubstitusi meta, serta gugus N-etilasetamida yang telah terpasang sejak awal. Di laboratorium, senyawa seperti ini berperan sebagai pintu masuk sintesis, yaitu bahan awal yang memangkas beberapa langkah reaksi karena kerangka targetnya sudah terbentuk sebagian.

Karakteristik yang membuat bahan ini dipilih terletak pada reaktivitas enaminonnya yang khas dan mudah diprediksi. Gugus dimetilamino bersifat sebagai gugus pergi yang baik ketika bertemu nukleofil binukleofilik seperti hidrazin, amidin, guanidin, atau urea, sehingga reaksi kondensasi–siklisasi berlangsung dengan pola regiokimia yang relatif terkendali. Dengan demikian peneliti dapat merancang pembentukan cincin pirazol, pirimidin, atau isoksazol secara terarah tanpa perlu mengaktifkan substrat terlebih dahulu. Keberadaan gugus asetamida tersier pada posisi meta juga menyediakan titik modifikasi lanjutan, misalnya melalui hidrolisis terkendali atau transformasi gugus amida, sehingga satu bahan awal dapat melayani beberapa jalur sintesis sekaligus.

Bagi laboratorium di Indonesia, bahan seperti ini umumnya digunakan pada riset kimia medisinal di perguruan tinggi, laboratorium sintesis senyawa aktif, serta unit riset dan pengembangan industri farmasi. Kemasan 1 g dan 5 g memberi keleluasaan bagi peneliti untuk melakukan optimasi skala kecil terlebih dahulu sebelum meningkatkan skala reaksi. Ketersediaan bahan dengan kualitas reagen terstandar sangat membantu mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang menuntut reprodusibilitas hasil antar-percobaan.

  • Sintesis cincin pirazol tersubstitusi, karena gugus enaminon bereaksi langsung dengan hidrazin membentuk cincin lima anggota secara efisien dan terarah.
  • Pembentukan kerangka pirimidin, sebab unit tiga-karbon pada enaminon dapat berkondensasi dengan amidin atau guanidin menghasilkan cincin enam anggota bernitrogen.
  • Riset kimia medisinal, karena kerangka aril-amida yang sudah tertanam mempercepat penyusunan pustaka senyawa untuk kajian hubungan struktur dan aktivitas.
  • Sintesis senyawa pembanding laboratorium, mengingat struktur terdefinisi jelas sehingga cocok dijadikan bahan awal pembuatan standar internal maupun senyawa rujukan.
  • Pengembangan metode reaksi baru, karena reaktivitas enaminon yang khas menjadikannya substrat model untuk menguji katalis, pelarut, maupun kondisi pemanasan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 96605-66-2
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya; rincian teknis mengikuti lembar data dan Certificate of Analysis produk
  • Kode produk: D4259

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta paparan sinar matahari langsung. Gunakan wadah asli dari pabrikan karena telah dirancang sesuai sifat bahan, dan hindari memindahkan isi ke wadah yang tidak jelas ketahanan kimianya. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata. Hindari menghirup debu atau uapnya. Tutup kembali botol segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara, dan selalu rujuk Safety Data Sheet sebelum bekerja.