TCI D4273 dengan nomor CAS 58139-59-6 adalah 2,2'-Diamino-4,4'-bithiazole, senyawa bi-heterosiklik yang tersusun atas dua cincin tiazol yang terhubung langsung pada posisi 4 dan 4', masing-masing membawa gugus amino pada posisi 2. Struktur simetris ini menjadikannya molekul yang menarik di berbagai bidang, mulai dari kimia koordinasi hingga ilmu material dan riset biokimia. Di laboratorium, senyawa dengan dua cincin heterosiklik konjugat seperti ini kerap digunakan sebagai ligan, sebagai inti pengenalan molekuler, maupun sebagai bahan awal pembentukan sistem terkonjugasi yang lebih besar.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kemampuan mengikat ion logam melalui atom nitrogen dan sulfur pada cincin tiazol, yang bersama-sama membentuk situs kelasi bidentat maupun multidentat tergantung geometri kompleks yang terbentuk. Sistem bitiazol juga bersifat planar dan terkonjugasi, sehingga menunjukkan perilaku serapan cahaya yang relevan untuk kajian fotofisika. Dua gugus amino pada posisi 2 dan 2' menambah nilai praktis karena dapat diasilasi, diarilasi, atau dikondensasikan menjadi turunan yang lebih kompleks, sekaligus berperan sebagai donor ikatan hidrogen. Kombinasi sifat elektronik, geometri planar, dan reaktivitas gugus amino inilah yang membuat molekul kecil ini banyak dikaji.
Di Indonesia, bahan ini biasanya digunakan pada kelompok riset kimia anorganik dan kimia material di perguruan tinggi, laboratorium sintesis ligan, serta penelitian sensor kimia berbasis pengenalan ion logam. Kemasan 200 mg sesuai dengan pola pemakaian riset yang umumnya membutuhkan jumlah kecil namun dengan mutu yang terjamin, sehingga bahan tidak tersimpan terlalu lama sebelum habis digunakan.
- Sintesis ligan untuk kimia koordinasi, karena atom nitrogen dan sulfur pada kedua cincin tiazol mampu mengikat berbagai ion logam transisi.
- Pengembangan sensor kimia, sebab pembentukan kompleks dengan ion logam sering disertai perubahan sifat optik yang dapat diamati secara instrumental.
- Riset material terkonjugasi, mengingat sistem bitiazol planar menyediakan kerangka elektronik yang berguna dalam perancangan molekul fungsional baru.
- Sintesis turunan heterosiklik lanjutan, karena kedua gugus amino menyediakan titik reaksi untuk asilasi, kondensasi, maupun pembentukan ikatan amida.
- Kajian biokimia dan skrining awal, karena inti bitiazol merupakan motif struktural yang menarik dalam penelusuran senyawa dengan aktivitas biologis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 58139-59-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 200 mg |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; rincian teknis mengikuti lembar data dan Certificate of Analysis produk |
| Penyimpanan | — |
- Kode produk: D4273
Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa terkonjugasi umumnya lebih baik disimpan jauh dari paparan sinar langsung. Mengingat kemasan berukuran kecil, gunakan spatula mikro yang bersih dan kering untuk menghindari kehilangan bahan maupun kontaminasi silang. Lakukan penimbangan pada neraca analitik di ruang bebas aliran udara kencang, dengan tetap mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tutup kembali botol segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap kelembapan. Rujuk Safety Data Sheet sebelum penggunaan pertama.
—
