Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 83834-10-0

3,7-Dibromodibenzo[b,d]thiophene TCI D4274

3,7-Dibromodibenzo[b,d]thiophene TCI D4274
Harga reguler Rp 7.822.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 7.822.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4274 dengan nomor CAS 83834-10-0 adalah 3,7-Dibromodibenzo[b,d]thiophene, senyawa aromatik terfusi yang dikategorikan sebagai building block untuk semikonduktor polimer dan makromolekul dalam bidang ilmu material. Inti dibenzotiofena terdiri atas dua cincin benzena yang terjembatani oleh atom sulfur, membentuk sistem trisiklik planar dan kaya elektron. Dengan dua atom brom yang terpasang simetris pada posisi 3 dan 7, senyawa ini berfungsi sebagai monomer difungsional, yaitu unit pembangun yang dapat disambungkan berulang untuk membentuk rantai polimer terkonjugasi atau oligomer terdefinisi.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kemampuan kedua gugus brom aromatik menjadi titik masuk reaksi kopling terkatalisis paladium seperti Suzuki–Miyaura, Stille, atau kopling Yamamoto. Posisi 3 dan 7 yang simetris memastikan pertumbuhan rantai berlangsung linier dan terarah, sehingga struktur polimer yang dihasilkan lebih mudah diprediksi dan dikarakterisasi. Inti dibenzotiofena sendiri memberikan kestabilan termal yang baik serta sifat elektronik yang menarik, karena atom sulfur berkontribusi pada delokalisasi elektron dan memengaruhi tingkat energi orbital batas. Kombinasi kekakuan struktur, planaritas, dan kestabilan inilah yang menjadikan unit ini populer dalam perancangan material optoelektronik.

Di Indonesia, bahan ini umumnya dipakai oleh kelompok riset material fungsional, laboratorium kimia polimer, serta penelitian perangkat optoelektronik di perguruan tinggi dan lembaga riset. Kemasan 200 mg sangat sesuai untuk sintesis skala riset, mengingat polimerisasi dan kopling untuk material biasanya dijalankan pada skala miligram sebelum ditingkatkan. Mutu monomer yang tinggi sangat penting karena pengotor kecil dapat menurunkan bobot molekul polimer yang dihasilkan.

  • Monomer polimerisasi kopling silang, karena dua gugus brom simetris memungkinkan pembentukan rantai terkonjugasi linier melalui reaksi terkatalisis paladium atau nikel.
  • Sintesis material optoelektronik, sebab inti dibenzotiofena memberikan kestabilan termal dan sifat elektronik yang dibutuhkan pada perangkat berbasis semikonduktor organik.
  • Pembuatan oligomer terdefinisi, mengingat reaktivitas terkendali kedua posisi brom memudahkan penyusunan rantai dengan panjang dan struktur yang terkontrol.
  • Riset material pemancar cahaya, karena unit aromatik terfusi ini sering diintegrasikan ke dalam rancangan molekul untuk kajian sifat fotoluminesensi.
  • Sintesis ligan dan kerangka aromatik kompleks, sebab gugus brom dapat digantikan berbagai substituen aril melalui reaksi kopling silang yang selektif.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 83834-10-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian teknis mengikuti lembar data dan Certificate of Analysis produk
Penyimpanan
  • Kode produk: D4274

Simpan dalam botol asli tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena monomer untuk material elektronik sangat sensitif terhadap kontaminasi. Jaga agar bahan tetap kering, sebab uap air yang terbawa dapat mengganggu reaksi kopling yang menuntut kondisi anhidrat. Untuk penggunaan yang menuntut kemurnian tinggi, penimbangan dapat dilakukan di dalam glove box atau di bawah aliran gas inert. Gunakan spatula bersih, sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu halus dan tangani sisa bahan sebagai limbah kimia berlabel sesuai prosedur laboratorium.