3,4-Dichlorobenzamide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa-senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk reaksi kimia yang memerlukan substitusi klor pada cincin benzena.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 3,4-Dichlorobenzamide menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi seperti reaksi nucleofilik, substitusi elektrofilik, dan reaksi coupling. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, menjadikannya sangat fleksibel dalam desain senyawa baru.
Di laboratorium Indonesia, 3,4-Dichlorobenzamide digunakan dalam penelitian kimia organik, farmakologi, dan material. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian pengembangan obat, sintesis senyawa pestisida, serta dalam studi struktur molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini secara langsung tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan substitusi klor pada cincin benzena
- Pengembangan senyawa pestisida dengan aktivitas biologis spesifik
- Penelitian struktur molekuler untuk memahami interaksi senyawa dengan target biologis
- Reaksi kimia organik yang memerlukan bahan baku dengan reaktivitas terkendali
- Studi tentang sifat kimia dan stabilitas senyawa organik kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2670-38-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,4-Dichlorobenzamide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Dalam penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung. Karena sifat kimianya yang stabil, bahan ini tidak memerlukan penyimpanan khusus, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang memerlukan perlakuan hati-hati dalam penggunaan dan pengelolaan.
- Clausen dkk. (2004). Sorption of the Herbicide Dichlobenil and the Metabolite 2,6-Dichlorobenzamide on Soils and Aquifer Sediments. Environmental Science & Technology doi:10.1021/es035263i
- Uthuppu dkk. (2012). Optimization of an immunoassay of 2,6-dichlorobenzamide (BAM) and development of regenerative surfaces by immunosorbent modification with newly synthesised BAM hapten library. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/j.aca.2012.08.047
- Sjøholm dkk. (2010). Degrader density determines spatial variability of 2,6-dichlorobenzamide mineralisation in soil. Environmental Pollution doi:10.1016/j.envpol.2009.07.002
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


