2-(3,5-Dichlorophenyl)-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane adalah senyawa organoboron yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia organik. Bahan ini sering ditemukan dalam reaksi coupling seperti Suzuki-Miyaura, yang merupakan metode penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa organik kompleks. Sebagai reagen organoboron, senyawa ini berperan sebagai sumber hidrida boron yang sangat reaktif dan selektif.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang stabil namun sangat reaktif dalam kondisi tertentu. Kehadiran gugus kloro di posisi 3,5 pada fenil membuatnya memiliki polaritas dan reaktivitas tertentu yang memperkaya kemampuannya dalam berbagai reaksi kimia. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks dan kebutuhan presisi tinggi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian di bidang farmakologi, material, dan kimia organik. Peneliti di berbagai institusi seperti universitas dan lembaga riset sering memanfaatkan bahan ini untuk pengembangan obat baru atau modifikasi material. Ketersediaan dan kualitasnya menjadikannya pilihan yang layak untuk laboratorium lokal yang membutuhkan senyawa dengan spesifikasi tinggi.
- Reaksi coupling Suzuki-Miyaura untuk sintesis senyawa heterosiklik
- Pembuatan senyawa organik kompleks dengan struktur spesifik
- Penelitian dalam bidang farmakologi untuk pengembangan obat baru
- Sintesis bahan material dengan sifat tertentu seperti konduktivitas atau kekuatan mekanik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik yang memerlukan presisi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 68716-51-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktif dan sensitif terhadap kelembapan, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau kaca. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.
—
