2-(Dichloromethyl)-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane adalah senyawa organoboron yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis organik. Bahan ini sering digunakan sebagai reagen dalam reaksi Suzuki-Miyaura, yang merupakan salah satu metode penting dalam pembentukan ikatan karbon-karbon. Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam kondisi tertentu. Dalam laboratorium, bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa kompleks yang memerlukan reaksi katalitik atau reaksi substitusi.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi tanpa menghasilkan produk sampingan yang tidak diinginkan membuatnya menjadi pilihan yang efektif. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat kimia yang kompatibel dengan berbagai pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proyek yang berkaitan dengan sintesis senyawa kompleks dan pengembangan metode katalitik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan presisi tinggi dan kualitas reagen yang stabil.
- Reaksi Suzuki-Miyaura untuk sintesis senyawa aromatik
- Pembuatan senyawa heterosiklik melalui reaksi katalitik
- Pengembangan metode sintesis yang ramah lingkungan
- Penelitian dalam bidang farmakologi untuk sintesis obat
- Eksperimen kimia organik yang memerlukan reaktivitas spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 83622-41-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan udara lembap. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan tidak ada kontaminasi dari bahan lain, dan jangan menyimpannya bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reaktif.
—
