TCI D4719 2,7-Diamino-9,9-di-n-octylfluorene adalah monomer berkerangka fluorena yang membawa dua gugus amino pada posisi 2 dan 7 serta dua rantai n-oktil pada posisi 9. Senyawa ini dikategorikan sebagai blok pembangun semikonduktor polimer dan makromolekul, yaitu bahan awal untuk menyusun material organik yang menghantarkan muatan atau memancarkan cahaya. Inti fluorena merupakan salah satu unit paling penting dalam elektronika organik karena strukturnya datar, terkonjugasi, dan memiliki celah energi yang sesuai untuk emisi cahaya, sehingga banyak dipakai dalam penelitian perangkat berbasis material organik.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih terletak pada perpaduan tiga unsur strukturnya. Dua rantai oktil pada posisi 9 sangat meningkatkan kelarutan dalam pelarut organik lazim, sehingga material hasil polimerisasi dapat diproses dengan metode larutan seperti pelapisan putar atau pencetakan, sebuah keunggulan besar dibanding material anorganik. Kedua gugus amino pada posisi 2 dan 7 bersifat kaya elektron dan menjadi titik reaksi yang serbaguna: dapat dipolimerisasi melalui kopling amina terkatalisis logam, diubah menjadi amida atau imina, maupun dijadikan unit donor elektron dalam rancangan molekul donor–akseptor. Simetri posisi 2 dan 7 juga memastikan perpanjangan konjugasi berlangsung lurus di sepanjang rantai.
Di Indonesia, penelitian material organik untuk perangkat elektronik, sensor optik, dan sel surya organik berkembang di berbagai perguruan tinggi dan pusat riset. Monomer fluorena terfungsionalisasi seperti ini menjadi kebutuhan nyata karena sintesisnya sendiri panjang dan menuntut pemurnian tingkat tinggi. Kemasan 200 mg dan 1 g cocok untuk pembuatan lapisan tipis dan percobaan polimerisasi skala laboratorium yang umumnya memang tidak memerlukan bahan dalam jumlah besar.
- Sintesis polifluorena dan kopolimer terkonjugasi: gugus diamino pada posisi 2 dan 7 memungkinkan perpanjangan rantai secara linier sehingga konjugasi material tetap berlanjut sepanjang polimer.
- Penelitian perangkat pemancar cahaya organik: inti fluorena dikenal sebagai unit pemancar dengan efisiensi baik, sehingga monomer ini berguna untuk menyiapkan lapisan aktif skala laboratorium.
- Pembuatan material pengangkut lubang: gugus amino aromatik bersifat kaya elektron dan lazim dipakai dalam rancangan material yang berfungsi mengangkut muatan positif pada perangkat.
- Rancangan molekul donor–akseptor: unit fluorena berdonor amino dapat dipadukan dengan unit akseptor untuk menyetel celah energi pada penelitian sel surya organik dan sensor.
- Sintesis pewarna dan probe fluoresen: kerangka fluorena terkonjugasi dengan gugus amino reaktif memudahkan pembuatan senyawa berpendar untuk keperluan penelitian pencitraan dan penginderaan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 851042-10-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | dikemas dalam satuan bobot; rincian bentuk, kemurnian, dan data lot mengacu pada Certificate of Analysis TCI |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label kemasan |
Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa aromatik bergugus amino umumnya peka terhadap cahaya dan oksidasi udara yang dapat menimbulkan perubahan warna. Penyimpanan di dalam desikator atau lemari kering, bila perlu dengan pengisian gas inert pada botol yang sudah dibuka, membantu mempertahankan mutu bahan untuk penelitian material yang menuntut kemurnian tinggi. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan asam kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, dan lakukan penanganan di lemari asam untuk menghindari terhirupnya serbuk. Karena sisa pelarut dan pengotor dapat mempengaruhi kinerja perangkat, gunakan peralatan bersih dan kering serta kelola limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
