7-(Diethylamino)-3-(2-thienyl)coumarin adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah terutama dalam bidang ilmu material dan optik. Senyawa ini termasuk dalam kategori kromogen yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan memancarkan cahaya dalam berbagai panjang gelombang. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk memproduksi bahan optik seperti lapisan fluoresen, sensor optik, dan material pemrosesan cahaya.
Karena struktur kimianya yang kompleks, senyawa ini memiliki sifat fluoresensi yang sangat baik, yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian material fotonik. Kromogen ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Ketersediaannya dalam berbagai variasi kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terkait teknologi optik, sensor cahaya, dan material fluoresen. Karena kebutuhan akan inovasi di bidang teknologi dan ilmu material, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Pengembangan material fluoresen untuk aplikasi optik dan sensor cahaya
- Penelitian tentang sifat optik dan respons cahaya pada berbagai substrat
- Pembuatan lapisan aktif dalam perangkat optik seperti LED dan laser
- Pengujian kinerja material fotonik dalam lingkungan laboratorium
- Penelitian tentang efek kimiawi dan fisis pada senyawa organik kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 117850-52-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Photonic Materials and Optical Materials > Coumarin Dyes |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil juga dianjurkan. Saat melakukan penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
