3,4-Dihydro-2H-1,4-benzoxazine adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai penelitian kimia organik dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang menarik dan berpotensi dalam reaksi kimia yang memerlukan interaksi dengan grup fungional tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan untuk sintesis senyawa baru, pengembangan obat, atau analisis kimia yang membutuhkan reaktivitas tertentu.
Karena struktur kimianya yang stabil namun fleksibel, 3,4-Dihydro-2H-1,4-benzoxazine dapat berfungsi sebagai prekursor dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini juga memiliki sifat reaktif yang memungkinkan penggabungan dengan berbagai grup fungional lainnya, sehingga menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian sintesis. Keberagaman aplikasinya membuat senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sering diaplikasikan dalam proyek penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur heterosiklik yang dapat berinteraksi secara spesifik dengan molekul target.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur heterosiklik
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi molekul yang membutuhkan reaktivitas tertentu
- Analisis kimia untuk mengetahui reaktivitas dan stabilitas senyawa tertentu
- Penelitian tentang interaksi molekuler dalam proses biokimia
- Pengujian katalis kimia yang memerlukan senyawa dengan sifat reaktif yang spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5735-53-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitasnya. Penyimpanan dalam ruangan kering dan sejuk sangat dianjurkan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol.
—
