Bahan kimia ini adalah 2-(9,9-Di-n-octyl-9H-fluoren-2-yl)-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane, yang dikenal sebagai reagen organoboron. Bahan ini digunakan secara luas dalam sintesis kimia, terutama dalam reaksi coupling seperti Suzuki-Miyaura. Sebagai reagen organoboron, bahan ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai ligan dan berperan dalam pembentukan senyawa kompleks. Dalam laboratorium, produk ini sering digunakan untuk mempercepat proses sintesis organik yang memerlukan reaksi berbasis boron.
Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, dengan kehadiran grup boron yang sangat reaktif dan stabil dalam kondisi tertentu. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas yang tepat. Selain itu, bahan ini memiliki sifat non-merkuri dan tidak beracun, sehingga relatif lebih aman dibandingkan reagen organometalik lainnya.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, produk ini sangat relevan untuk penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan senyawa baru dengan aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan lingkungan.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaksi coupling
- Pengembangan senyawa farmakologis melalui reaksi Suzuki-Miyaura
- Penelitian material baru dengan struktur molekuler spesifik
- Pemrosesan senyawa biomedis yang memerlukan reaktivitas boron
- Analisis kimia untuk memahami mekanisme reaksi organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 302554-81-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Produk ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan terlindungi dari kelembapan sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
