2-(Dimethylamino)benzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi sintetik, seperti pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa organik. Sebagai building block, senyawa ini berperan penting dalam pembentukan struktur molekuler yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk reaksi substitusi, esterifikasi, dan reaksi lain yang memerlukan reaktivitas tinggi.
2-(Dimethylamino)benzoic Acid memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang baik terhadap berbagai kondisi reaksi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemisahan produk akhir. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini juga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kestabilan kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam universitas dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru, termasuk dalam bidang farmasi dan kimia industri. Ketersediaan dan kehandalannya membuat senyawa ini menjadi pilihan utama bagi para peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks karena kemampuannya sebagai bahan baku.
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester yang digunakan dalam industri farmasi.
- Pembuatan senyawa organik dengan struktur nitrogen karena keberadaan dimetilamin dalam molekulnya.
- Pengembangan bahan kimia industri seperti pelarut atau bahan tambahan pangan.
- Penelitian kimia organik untuk memahami reaktivitas dan sifat senyawa kompleks.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 610-16-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau kaca. Dalam penggunaan, harus diperhatikan kehati-hatian dalam penanganan, terutama saat melakukan reaksi kimia. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator untuk mencegah paparan langsung.
- Zemski Berry dkk. (2009). Stable Isotope Labeled 4-(Dimethylamino)benzoic Acid Derivatives of Glycerophosphoethanolamine Lipids. Analytical Chemistry doi:10.1021/ac900583a
- Castillo dkk. (1994). Determination of Manganese Peroxidase Activity with 3-Methyl-2-benzothiazolinone Hydrazone and 3-(Dimethylamino)benzoic Acid. Analytical Biochemistry doi:10.1006/abio.1994.1198
- Berry dkk. (2010). Characterization of Oxidized Phosphatidylethanolamine Derived from RAW 264.7 Cells Using 4-(Dimethylamino) Benzoic Acid Derivatives. European Journal of Mass Spectrometry doi:10.1255/ejms.1083
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
