TCI D5793 2,5-Dibromoterephthalaldehyde adalah senyawa aromatik turunan benzena yang membawa dua gugus aldehida pada posisi 1 dan 4 (susunan tereftalaldehida) serta dua atom brom pada posisi 2 dan 5. Susunan simetris ini menjadikannya building block non-heterosiklik yang sangat bernilai di laboratorium sintesis organik, karena satu molekul menyediakan dua jenis situs reaktif sekaligus. Peranannya di laboratorium adalah sebagai kerangka awal (core scaffold) untuk membangun molekul yang lebih besar, mulai dari ligan, pewarna organik, hingga material berpori dan polimer terkonjugasi yang memerlukan simetri linier.
Karakteristik yang membuat bahan ini dipilih adalah ortogonalitas reaktivitasnya. Gugus aldehida mudah diarahkan ke reaksi kondensasi seperti pembentukan basa Schiff dengan amina, reaksi Wittig, Knoevenagel, maupun reduksi dan oksidasi terkendali. Sementara itu, kedua ikatan C–Br pada cincin merupakan titik masuk klasik untuk reaksi kopling silang berkatalis paladium seperti Suzuki–Miyaura, Sonogashira, Stille, dan Heck. Ahli kimia dapat memilih urutan transformasi sehingga satu bahan awal berkembang menjadi banyak turunan berbeda. Simetri molekulnya juga menyederhanakan penafsiran spektrum NMR sehingga pemantauan reaksi menjadi lebih mudah.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umum dijumpai pada kelompok riset kimia material dan kimia organik sintesis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang menggarap topik covalent organic framework, sensor fluoresensi, dan polimer semikonduktor. Kemasan 250 mg sangat sesuai dengan skala kerja laboratorium riset di Tanah Air yang umumnya menjalankan reaksi skala miligram hingga ratusan miligram, sehingga bahan tidak tersimpan terlalu lama dan mutunya tetap terjaga sepanjang periode penelitian atau penyusunan tugas akhir.
- Sintesis covalent organic framework (COF): dua gugus aldehida simetris memungkinkan kondensasi imina dengan amina multivalen membentuk jaringan berpori kristalin secara teratur dan terprediksi.
- Pembentukan ligan basa Schiff: reaksi dengan amina primer berlangsung relatif bersih, menghasilkan ligan dialdimina yang kemudian dikompleks dengan logam transisi untuk kajian katalisis.
- Reaksi kopling silang Suzuki–Miyaura: kedua ikatan C–Br berfungsi sebagai titik kopling untuk memperpanjang sistem terkonjugasi ke arah polimer atau oligomer semikonduktor organik.
- Kopling Sonogashira menuju material terkonjugasi: substitusi brom dengan alkuna terminal menghasilkan kerangka aril-etinilena yang banyak dipakai pada riset material optoelektronik dan penyerap cahaya.
- Sintesis probe dan kemosensor: gugus aldehida dapat direaksikan lebih lanjut menjadi unit pengikat analit, sehingga senyawa ini menjadi kerangka awal sensor kolorimetri maupun fluoresensi.
| Merek | TCI (kode produk D5793) |
|---|---|
| Nomor CAS | 63525-48-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 250 mg |
| Bentuk fisik | padatan kristalin (rujuk Certificate of Analysis lot yang diterima) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai petunjuk label produsen |
Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya langsung, mengikuti petunjuk pada label serta Safety Data Sheet dari produsen. Gunakan wadah kaca amber atau botol asli produk, dan hindari pemindahan berulang yang memicu penyerapan uap air. Karena gugus aldehida rentan teroksidasi perlahan, penutupan kembali di bawah aliran gas inert sangat dianjurkan bila laboratorium memilikinya. Timbang di dalam lemari asam, kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, serta pelindung mata, dan hindari menghirup debu halus saat menakar bahan berskala miligram.
—

