Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 40102-86-1

2,7-Dibromo-9H-thioxanthen-9-one TCI D5839

2,7-Dibromo-9H-thioxanthen-9-one TCI D5839

Identitas Kimia

Nama lain
2,7-Dibromothioxanthone · 2,8-Dibromo-10H-dibenzo[b,e]thiopyran-10-one
No. CAS
40102-86-1
Rumus molekul
C13H6Br2OS
Berat molekul
370.06 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,7-dibromothioxanthen-9-one
SMILES
C1=CC2=C(C=C1Br)C(=O)C3=C(S2)C=CC(=C3)Br
InChIKey
MIGPGZSVGPGCCR-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 13979436
Harga reguler Rp 3.922.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.922.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5839 2,7-Dibromo-9H-thioxanthen-9-one adalah turunan tioksanton, yaitu rangka heterosiklik trisiklik yang mengandung atom sulfur pada cincin tengah dan gugus keton pada posisi sembilan, dengan dua atom brom terpasang pada posisi 2 dan 7. Senyawa ini berperan ganda di laboratorium: sebagai kromofor penyerap cahaya untuk kajian fotokimia dan fotoinisiasi, serta sebagai bahan pembangun heterosiklik yang dua gugus bromnya siap diubah lewat reaksi penggandengan silang untuk menyusun molekul fungsional yang lebih besar dan terarah.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kemampuan rangka tioksanton menyerap cahaya pada daerah dekat ultraviolet lalu berpindah secara efisien ke keadaan triplet, sehingga dapat bertindak sebagai fotosensitizer maupun fotoinisiator pemindahan energi dan pengambilan atom hidrogen. Kehadiran dua atom brom memberi dua keuntungan sekaligus: efek atom berat yang memperkuat perpindahan antar sistem sehingga hasil keadaan triplet meningkat, dan gugus reaktif simetris yang memudahkan pemanjangan struktur melalui reaksi Suzuki, Sonogashira, Buchwald–Hartwig, atau polimerisasi penggandengan. Simetri posisi 2 dan 7 juga membuat produk turunannya lebih mudah dianalisis.

Di Indonesia, senyawa ini menarik bagi kelompok riset kimia organik, fotokimia, dan material fungsional di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang mengembangkan bahan pemancar cahaya, fotokatalis organik, resin fotopolimer, serta bahan untuk elektronika organik. Kemasan 1 g dan 5 g memenuhi kebutuhan sintesis skala penelitian sampai pembuatan sampel uji karakterisasi optik.

  • Fotoinisiator dan fotosensitizer: rangka tioksanton menyerap cahaya dekat ultraviolet lalu memindahkan energi triplet untuk memicu polimerisasi maupun reaksi fotokimia terkendali.
  • Bahan pembangun penggandengan silang: dua atom brom simetris memungkinkan pemasangan gugus aril, alkinil, atau amina melalui reaksi katalisis logam transisi.
  • Pengembangan material elektronika organik: struktur keton heterosiklik terkonjugasi ini dipakai untuk merancang bahan pemancar dan pengangkut muatan pada perangkat penelitian.
  • Kajian fotokatalisis organik: sifat keadaan triplet yang diperkuat efek atom berat brom mendukung pemakaiannya pada reaksi fotoredoks bebas logam di laboratorium.
  • Sintesis monomer polimer terkonjugasi: bromida ganda menjadi titik tumbuh rantai pada polimerisasi penggandengan untuk membuat polimer fungsional berbasis tioksanton.

Merek TCI
Nomor CAS 40102-86-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan berwarna, menyerap cahaya pada daerah dekat ultraviolet
Penyimpanan simpan tertutup rapat, terlindung dari cahaya, pada tempat sejuk dan kering

Karena senyawa ini aktif secara fotokimia, simpan botol pada tempat sejuk dan kering yang terlindung dari cahaya, sebaiknya di dalam wadah asli berwarna gelap atau dibungkus aluminium foil dan diletakkan pada rak tertutup. Jauhkan dari sumber panas, bahan pengoksidasi kuat, serta paparan sinar ultraviolet berkepanjangan agar mutunya terjaga. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan spatula bersih dan kering, kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari menghirup debu halus padatan. Tutup rapat kembali kemasan setelah dipakai, bersihkan area kerja, dan buang limbah organik berbrom melalui jalur limbah kimia laboratorium.

—