2,2-Bis(3-(3-aminobenzoylamino)-4-hydroxyphenyl)hexafluoropropane adalah senyawa kimia kompleks yang digunakan dalam penelitian ilmu material, terutama dalam sintesis polimer dan makromolekul. Bahan ini berperan sebagai monomer penting dalam pembuatan polimer dengan sifat tertentu, seperti kekuatan mekanik, ketahanan terhadap panas, dan stabilitas kimia. Sebagai bahan dasar, senyawa ini sering digunakan dalam pengembangan bahan baru yang memiliki aplikasi luas dalam industri teknologi, medis, dan lingkungan.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari rantai fluoroalkil dan gugus amin yang memberikan sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk membentuk ikatan kimia yang kuat. Struktur ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi polimerisasi dan modifikasi kimia. Selain itu, sifat kimia dan fisiknya yang stabil memungkinkan senyawa ini digunakan dalam kondisi laboratorium yang ketat.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait material inovatif, seperti pengembangan bahan komposit, pelapisan, dan bahan biodegradable. Peneliti di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan presisi tinggi dan kualitas bahan yang terjamin.
- Sintesis polimer dengan sifat anti-oksida dan kekuatan tinggi untuk aplikasi industri
- Pengembangan bahan komposit untuk aplikasi medis dan teknik
- Penelitian tentang bahan biodegradable yang ramah lingkungan
- Modifikasi kimia untuk meningkatkan sifat permukaan bahan
- Uji kinerja bahan dalam lingkungan ekstrem seperti suhu tinggi atau korosif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 220426-92-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sumber cahaya langsung. Penyimpanan dalam ruangan dengan suhu di bawah 25°C sangat disarankan untuk menjaga stabilitas kimia. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kebocoran atau reaksi kimia yang tidak terduga.
—


