TCI E0059 N-Ethylaniline adalah amina aromatik sekunder yang terbentuk dari anilina dengan satu gugus etil terikat pada atom nitrogen. Struktur sederhana ini menjadikannya salah satu bahan awal klasik dalam kimia organik, khususnya pada pembuatan zat warna, senyawa perantara, dan bahan aktif. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai pemasok gugus nitrogen aromatik yang teraktivasi, sebagai basa lemah dalam reaksi tertentu, dan sebagai bahan awal reaksi alkilasi, asilasi, serta kondensasi yang membangun rangka molekul lebih besar.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kombinasi antara nukleofilisitas nitrogen yang masih tinggi dan cincin aromatik yang sangat teraktivasi. Sebagai amina sekunder, nitrogennya siap bereaksi dengan asil halida, anhidrida, maupun elektrofil lain, sementara pasangan elektron nitrogen membuat posisi para pada cincin benzena menjadi sangat reaktif terhadap substitusi. Perpaduan itulah yang menjelaskan mengapa senyawa ini menjadi tulang punggung sintesis zat warna trifenilmetana dan azo. Mutu sintesis dari TCI juga penting karena amina aromatik mudah menggelap akibat oksidasi udara, dan produk yang telah menggelap dapat mengganggu pengamatan warna pada reaksi zat warna.
Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium kimia organik perguruan tinggi, laboratorium riset zat warna dan tekstil, serta laboratorium sintesis bahan perantara. Kemasan 25 mL sesuai untuk percobaan skala penelitian dan praktikum lanjutan, sedangkan kemasan 500 mL lebih ekonomis bagi laboratorium yang menjalankan sintesis rutin dalam volume tetap.
- Bahan awal sintesis zat warna azo dan trifenilmetana, karena cincin aromatiknya sangat teraktivasi sehingga reaksi kopling berlangsung cepat dan menghasilkan warna kuat.
- Reaksi asilasi dan sulfonilasi nitrogen, sebab sebagai amina sekunder nitrogennya bereaksi lancar dengan asil halida maupun anhidrida asam.
- Bahan awal reaksi substitusi aromatik elektrofilik, karena gugus amino sekunder mengarahkan masuknya gugus baru terutama ke posisi para pada cincin.
- Perantara sintesis senyawa heterosiklik bernitrogen, sebab rangka anilina tersubstitusi ini sering menjadi titik awal reaksi siklisasi menuju kuinolin dan indol.
- Basa organik lemah pada reaksi tertentu, karena kebasaannya yang moderat cukup untuk menangkap asam tanpa mengganggu jalannya reaksi utama.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 103-69-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan tidak berwarna sampai kekuningan atau kecoklatan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya serta jauh dari bahan pengoksidasi kuat dan asam kuat. Amina aromatik mudah menggelap akibat oksidasi udara, sehingga botol sebaiknya segera ditutup setelah pemakaian. Karena senyawa golongan ini dapat terserap melalui kulit, kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, dan kerjakan seluruh penuangan di dalam lemari asam. Cuci tangan setelah bekerja dan rujuk lembar data keselamatan produsen.
- Tzeng dkk. (1999). Vibronic features of p-ethylaniline, p-ethylaniline-NHD, and p-ethylaniline-ND2 by resonant two-photon ionization mass spectrometry. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/s0022-2860(98)00677-2
- Julia Sebastian dkk. (2022). Structural, Thermal and Electrochemical Behavior of Poly(2-ethylaniline)-nanocomposite-Fe2O3 and Poly(2-ethylaniline)-nanocomposite-SiO2 for Antibacterial and Antioxidant Studies. Polymer Science, Series B doi:10.1134/s1560090422200040
- HÜR dkk. (2015). CHARACTERIZATION OF POLY(N-ETHYLANILINE) AND POLY(ANILINE-CO-N-ETHYLANILINE) AS SUPERCAPACITOR ACTIVE MATERIALS IN NONAQUEOUS MEDIUM. Anadolu University Journal of Science and Technology-A Applied Sciences and Engineering doi:10.18038/btd-a.27481
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
