N-Ethylmaleimide dengan nomor CAS 128-53-0 adalah reagen klasik dalam bidang biologi kimia yang dikenal luas karena kemampuannya bereaksi secara spesifik dengan gugus tiol. Senyawa ini termasuk kelompok maleimida, yaitu cincin tak jenuh yang mudah menerima serangan nukleofil melalui reaksi adisi Michael. Dalam praktik laboratorium biokimia, reagen ini digunakan untuk memblokir residu sistein pada protein sehingga peneliti dapat memastikan peran gugus sulfhidril dalam aktivitas enzim, struktur protein, maupun jalur reaksi biologis yang sedang dipelajari secara sistematis dan terkendali.
Sifat yang membuat N-Ethylmaleimide sangat diandalkan adalah selektivitas reaksinya terhadap tiol pada rentang pH mendekati netral, yang memungkinkan modifikasi berlangsung tanpa mengganggu gugus fungsi lain pada biomolekul. Ikatan tioeter yang terbentuk bersifat stabil, sehingga hasil modifikasi dapat dianalisis lebih lanjut tanpa khawatir reaksi berbalik. Ukuran molekulnya yang kecil membuat reagen ini mudah menembus dan menjangkau residu sistein yang relatif terlindung. Sifat-sifat inilah yang menjadikannya standar pembanding dalam banyak protokol bioconjugation, uji penghambatan enzim bergantung tiol, serta kajian struktur protein.
Di laboratorium Indonesia, N-Ethylmaleimide banyak dipakai pada laboratorium biokimia, bioteknologi, dan penelitian enzim di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Ketersediaan kemasan 1g, 5g, dan 25g memberikan keleluasaan: kemasan kecil sesuai untuk protokol penelitian yang hanya memerlukan miligram per percobaan, sementara kemasan besar mendukung laboratorium dengan volume pengujian yang tinggi. Karena cincin maleimida dapat terhidrolisis pada kondisi lembap, penyimpanan dingin dan kering menjadi kunci agar reagen tetap efektif ketika digunakan.
- Blokir gugus tiol pada protein, karena reagen ini bereaksi selektif dengan residu sistein sehingga peran gugus sulfhidril dapat diuji secara langsung.
- Penghambatan enzim yang bergantung pada sistein, sebab modifikasi permanen pada sisi aktif menghentikan aktivitas katalitik dan memperjelas mekanisme kerja enzim.
- Persiapan sampel untuk analisis proteomik, karena penutupan sistein mencegah pembentukan kembali ikatan disulfida yang dapat mengacaukan hasil identifikasi peptida.
- Reaksi bioconjugation dan pelabelan biomolekul, sebab kimia maleimida-tiol merupakan salah satu strategi penautan paling andal dan banyak dipakai dalam riset.
- Studi struktur dan pelipatan protein, karena reaktivitas sistein terhadap reagen ini mencerminkan tingkat keterpaparan residu tersebut di permukaan molekul.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 128-53-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Bioconjugation |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, dan 25g |
| Bentuk fisik | padatan kristal |
| Penyimpanan | simpan di lemari pendingin, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan |
Simpan N-Ethylmaleimide dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di dalam lemari pendingin, terlindung dari kelembapan dan cahaya, karena cincin maleimida dapat terhidrolisis bila terpapar air sehingga reagen kehilangan daya reaksinya. Sebelum membuka botol yang baru dikeluarkan dari pendingin, biarkan mencapai suhu ruang terlebih dahulu agar uap air tidak mengembun di dalam wadah. Larutan kerja sebaiknya dibuat segar menjelang digunakan dan tidak disimpan lama. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau lemari asam karena serbuknya dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Buang sisa reagen sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.
- Liu dkk. (2004). Alterations of N-ethylmaleimide-sensitive atpase following transient cerebral ischemia. Neuroscience doi:10.1016/j.neuroscience.2004.07.025
- Weidenhaupt dkk. (1998). Identification of the Dictyostelium discoideum homolog of the N-ethylmaleimide-sensitive fusion protein. Gene doi:10.1016/s0378-1119(97)00604-5
- Knight dkk. (2004). The effect of N‐ethylmaleimide on transmitter release from the skeletal neuromuscular junction of Bufo marinus. Synapse doi:10.1002/syn.20044
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
