5-Ethynyl-2'-deoxycytidine (Etd) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian biomedis dan bioteknologi. Bahan ini berperan sebagai analog nukleotida yang dapat digunakan dalam proses pengeditan DNA, terutama dalam teknik seperti CRISPR-Cas9. Dalam laboratorium, Etd sering digunakan untuk menghambat proliferasi sel atau menginduksi apoptosis, tergantung pada konteks eksperimen. Karena sifatnya yang spesifik, senyawa ini menjadi alat penting dalam penelitian kanker, genetika, dan biologi molekuler.
5-Ethynyl-2'-deoxycytidine memiliki struktur kimia yang mirip dengan nukleotida alami, sehingga dapat terintegrasi ke dalam molekul DNA selama replikasi. Sifat ini membuatnya sangat efektif dalam aplikasi seperti pengeditan gen atau pengujian toksisitas. Selain itu, senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah dilarutkan, sehingga memudahkan proses manipulasi di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Etd digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan terapi gen, pengujian obat, dan analisis biologis. Banyak institusi penelitian lokal memanfaatkan senyawa ini untuk mempercepat proses eksperimen dan meningkatkan akurasi hasil. Ketersediaan produk yang berkualitas dan sesuai standar internasional memastikan bahwa peneliti dapat menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan.
- Pengeditan gen untuk memahami mekanisme penyakit genetik
- Uji toksisitas sel untuk mengevaluasi efek obat pada jaringan
- Penelitian kanker untuk mengembangkan terapi yang lebih efektif
- Analisis DNA untuk mengidentifikasi variasi genetik dalam populasi
- Pengujian aktivitas antivirus untuk mengeksplorasi potensi obat baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 69075-47-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
5-Ethynyl-2'-deoxycytidine harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, produk ini sebaiknya ditangani menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan kacamata. Penyimpanan yang tepat memastikan stabilitas senyawa dan mencegah degradasi selama eksperimen.
—
