Erastin adalah senyawa molekul kecil yang dikenal luas sebagai penginduksi ferroptosis, yaitu bentuk kematian sel terprogram yang bergantung pada besi dan ditandai penumpukan peroksida lipid. Senyawa ini menjadi rujukan klasik dalam biologi sel karena menghambat sistem transpor sistin–glutamat pada membran sel, sehingga pasokan sistin menurun, sintesis glutation terganggu, dan pertahanan antioksidan sel runtuh. Di laboratorium, erastin dipakai sebagai alat farmakologis untuk memicu ferroptosis secara terkendali pada kultur sel dan mempelajari jalur molekuler yang menyertainya.
Nilai lebih erastin terletak pada mekanisme kerjanya yang spesifik dan sudah terdokumentasi baik dalam literatur, sehingga hasil percobaan mudah dibandingkan antarlaboratorium. Senyawa ini bekerja pada kadar rendah, bersifat larut dalam pelarut organik seperti dimetil sulfoksida sehingga praktis dibuat larutan stok, dan efeknya dapat dibalik dengan penghambat ferroptosis. Sifat terakhir itu sangat berguna karena memungkinkan peneliti melakukan uji penyelamatan untuk memastikan kematian sel yang teramati benar-benar berjalan melalui jalur ferroptosis, bukan apoptosis atau nekrosis biasa. Kemasan 5 mg sudah memadai untuk banyak rangkaian percobaan kultur sel.
Laboratorium biologi sel dan riset kanker di Indonesia semakin banyak menggunakan senyawa penginduksi ferroptosis seiring berkembangnya kajian kematian sel non-apoptotik. Bahan ini biasanya dipakai bersama fasilitas kultur sel steril, pembaca mikroplat, dan mikroskop fluoresensi yang kini tersedia di banyak laboratorium terpadu perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Ukuran kemasan miligram membantu menjaga senyawa tetap segar selama masa penelitian.
- Induksi ferroptosis pada kultur sel, karena erastin menghambat transporter sistin sehingga sel kehilangan glutation dan mengalami peroksidasi lipid secara terukur.
- Uji penyelamatan dengan penghambat ferroptosis, sebab efek erastin dapat dibalik sehingga peneliti bisa memastikan jalur kematian sel yang benar-benar terlibat.
- Penelitian resistensi sel kanker terhadap terapi, karena sel resisten sering bergantung pada pertahanan antioksidan yang justru menjadi sasaran mekanisme kerja erastin.
- Kajian metabolisme besi dan stres oksidatif, mengingat ferroptosis yang dipicu erastin berkaitan erat dengan ketersediaan besi bebas di dalam sel.
- Penapisan senyawa pelindung sel saraf, karena model kematian sel akibat erastin banyak dipakai untuk menilai potensi antioksidan atau kelator besi baru.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 571203-78-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Ferroptosis |
| Ukuran kemasan | 5 mg |
| Bentuk fisik | padatan (rujuk label dan lembar data produsen) |
| Penyimpanan | umumnya disimpan dingin dan terlindung cahaya; ikuti anjuran pada label |
Simpan erastin dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, pada kondisi dingin sesuai anjuran label produsen. Larutan stok sebaiknya dibuat dalam pelarut yang dianjurkan, dibagi menjadi alikuot kecil, dan disimpan beku agar terhindar dari siklus beku–cair berulang yang dapat menurunkan aktivitas. Sebagai senyawa bioaktif, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata; hindari kontak kulit maupun terhirupnya serbuk. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik, beri label jelas pada setiap alikuot, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah biologis-kimia laboratorium.
- Takenaka dkk. (2018). Abstract 2322: Ferroptosis induced by erastin in RAS mutant ovarian cancer cells. Cancer Research doi:10.1158/1538-7445.am2018-2322
- 吴 (2023). Erastin plus Tubacin Treatment Promotes Breast Cancer Cell Death of HCC38. Advances in Clinical Medicine doi:10.12677/acm.2023.1351221
- Ozuynuk-Ertugrul dkk. (2024). Erastin-induced ferroptosis alters gene expression levels of SREBF2 and SLC25A1 in macrophages. Atherosclerosis doi:10.1016/j.atherosclerosis.2024.117656
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

