Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 141483-15-0

2-Fluoro-5-(trifluoromethyl)phenol TCI F0780

2-Fluoro-5-(trifluoromethyl)phenol TCI F0780

Identitas Kimia

Nama lain
4-Fluoro-3-hydroxybenzotrifluoride
No. CAS
141483-15-0
Rumus molekul
C7H4F4O
Berat molekul
180.10 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-fluoro-5-(trifluoromethyl)phenol
SMILES
C1=CC(=C(C=C1C(F)(F)F)O)F
InChIKey
MCOSBFKOUQAIJS-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00061286
PubChem
CID 518888
Harga reguler Rp 980.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 980.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI F0780 2-Fluoro-5-(trifluoromethyl)phenol adalah fenol berfluorinasi ganda yang membawa atom fluor pada posisi orto terhadap gugus hidroksil serta gugus trifluorometil pada posisi yang lebih jauh di cincin benzena. Senyawa ini digunakan di laboratorium sebagai bahan pembangun untuk menyusun eter aril, ester aril, serta berbagai kerangka aromatik tersubstitusi. Gugus hidroksil fenolik menjadi titik reaksi utama, sementara kedua substituen berfluorinasi menentukan sifat elektronik cincin dan mewariskan karakter fluorinasi kepada molekul akhir yang dibangun darinya.

Sifat yang menonjol dari senyawa ini adalah keasaman fenolnya yang meningkat akibat kehadiran dua gugus penarik elektron kuat. Fenol yang lebih asam lebih mudah dideprotonasi menjadi fenoksida oleh basa lunak, sehingga reaksi eterifikasi Williamson maupun substitusi nukleofilik aromatik berlangsung pada kondisi yang lebih ringan. Gugus trifluorometil dikenal meningkatkan lipofilisitas dan kestabilan terhadap metabolisme oksidatif, dua sifat yang sangat dihargai dalam perancangan bahan aktif. Sementara itu, atom fluor pada posisi orto memberikan pengaruh elektronik lokal sekaligus menyediakan penanda analitik yang jelas pada pengukuran resonansi magnetik inti fluor.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan seperti ini dalam penelitian sintesis organik lanjut, pengembangan senyawa penuntun, serta pembuatan bahan antara untuk kajian agrokimia dan kimia medisinal. Kemasan lima gram dan dua puluh lima gram memberikan keleluasaan bagi laboratorium yang bekerja pada skala penelitian maupun yang mulai memperbesar skala reaksinya. Ketersediaan dua pilihan ukuran juga membantu pengelolaan persediaan agar bahan tidak tersimpan terlalu lama tanpa terpakai.

  • Sintesis eter aril melalui reaksi Williamson, karena keasaman fenol yang meningkat memudahkan pembentukan fenoksida dengan basa anorganik sederhana.
  • Reaksi substitusi nukleofilik aromatik pada substrat teraktivasi, sebab fenoksida berfluorinasi merupakan nukleofil yang stabil dan selektif dalam kondisi terkendali.
  • Pembuatan bahan antara agrokimia dan kimia medisinal, karena motif trifluorometil fenol banyak dijumpai pada kerangka senyawa aktif komersial.
  • Pembentukan ester aril dan karbamat, sebab gugus hidroksil fenolik bereaksi cepat dengan asil klorida maupun isosianat pada suhu ruang.
  • Sintesis heterosiklik terfusi berbasis oksigen, karena gugus fenol dapat berperan sebagai nukleofil internal dalam reaksi siklisasi intramolekul.

Merek TCI
Nomor CAS 141483-15-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik mengacu pada lembar data produk dari pabrikan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, jauh dari basa kuat serta oksidator kuat. Senyawa fenolik bersifat korosif terhadap kulit dan mata, sehingga penanganan harus selalu dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman atau pelindung wajah, dan jas laboratorium lengan panjang. Hindari menghirup uap maupun debunya dan jangan menyentuh bahan secara langsung. Jika terjadi kontak dengan kulit, segera bilas dengan air mengalir dalam jumlah banyak. Kumpulkan seluruh sisa bahan sebagai limbah kimia berlabel.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.